Liverpool (beritajatim.id) – Awal musim Premier League 2025/26 diwarnai drama transfer Alexander Isak. Striker asal Swedia itu tengah mogok bermain untuk Newcastle United demi memaksa kepindahan ke Liverpool.
Situasi pelik ini memicu sindiran dari kubu Anfield sekaligus kemarahan suporter The Magpies.
Liverpool membuka musim dengan kemenangan 4-2 atas AFC Bournemouth di Anfield pada Jumat (15/8) malam. Namun, sorotan tak hanya tertuju pada hasil pertandingan. Manajemen Anfield menyelipkan sindiran halus kepada Newcastle dengan memutar lagu legendaris ABBA “Gimme, Gimme, Gimme” sebelum laga dimulai.
Lagu ini kerap digunakan fans Newcastle untuk mengiringi chant dukungan kepada Alexander Isak. Gestur tersebut dianggap sebagian fans Liverpool sebagai aksi jenaka, namun bagi pendukung Newcastle, sindiran itu dianggap menusuk.
Uniknya, lagu dengan nada yang sama juga pernah digunakan fans Liverpool untuk membuat chant bagi bek kiri asal Yunani, Kostas Tsimikas. Namun, pemain tersebut tidak masuk dalam skuad laga kontra Bournemouth dan tengah dikaitkan dengan rumor transfer keluar.
Fans Newcastle Meluapkan Kemarahan
Sementara itu, di laga pembuka Newcastle melawan Aston Villa di Villa Park, Sabtu (16/8), sekitar 3.000 suporter The Magpies justru mengekspresikan kekecewaan mereka kepada Isak.
Alih-alih menyanyikan chant penuh kasih sayang seperti biasanya, fans Newcastle melontarkan nyanyian bernada sinis, “We don’t care about Isak, he don’t care about me, all we care about, is NUFC.” Bahkan terdengar pula chant yang menyebut sang striker sebagai “greedy”.
Kemarahan itu mencerminkan frustrasi fans terhadap keputusan Isak yang menolak bermain untuk tim meski masih terikat kontrak.
Respons Eddie Howe
Pelatih Newcastle United, Eddie Howe, enggan terlalu jauh mengomentari nyanyian tersebut. Namun ia tetap menegaskan pintu bagi Isak masih terbuka.
“Saya tidak akan memberi opini besar soal chant itu. Fans sudah mendukung tim dengan luar biasa, itu yang paling penting bagi saya. Jika setelahnya mereka ingin menyuarakan sesuatu, itu hak mereka. Saya hanya ingin ada resolusi soal situasi Isak, pintu untuknya kembali masih terbuka,” ujar Howe di depan awak media.
Liverpool sebelumnya telah mengajukan tawaran senilai £110 juta untuk Isak, namun Newcastle menolak dan menegaskan belum ada perubahan posisi terkait transfer sang striker. Hingga kini, Isak berada dalam posisi serba salah: tidak bermain untuk Newcastle, tapi juga belum resmi berseragam Liverpool.
Drama transfer ini dipastikan masih akan berlanjut, terlebih bursa musim panas Premier League 2025/26 masih terbuka hingga akhir Agustus. (hdl)


as a preferred source on Google




