Jakarta (beritajatim.id) – Fulham menjaga asa untuk menembus zona kompetisi Eropa setelah meraih kemenangan tipis 1-0 atas Aston Villa dalam laga Premier League di Craven Cottage. Gol semata wayang Ryan Sessegnon pada babak pertama menjadi pembeda dalam pertandingan yang berlangsung dalam kondisi cuaca cerah dan atmosfer stadion yang penuh dukungan suporter tuan rumah.
Kemenangan ini menjadi hasil positif penting bagi tim asuhan Marco Silva, yang sebelumnya tampil tidak stabil dalam beberapa pekan terakhir. Meski baru menjadi kemenangan kedua Fulham dalam enam pertandingan liga, tambahan tiga poin membuat peluang mereka untuk bersaing di papan atas tetap terbuka.
Gol Fulham tercipta menjelang turun minum. Serangan berawal dari umpan silang Timothy Castagne dari sisi kanan. Sasa Lukic menyambut bola dengan sundulan yang sempat ditepis Emiliano Martinez, namun lini belakang Villa terlambat bereaksi. Sessegnon yang berdiri bebas langsung menyambar bola rebound dan menceploskan bola ke gawang, melewati sela kaki bek Ezri Konsa di garis gawang.
Di sisi lain, Aston Villa tampil di bawah performa terbaiknya. Tim asuhan Unai Emery terlihat kurang tajam dan minim kreativitas, sehingga gagal memberi tekanan berarti kepada kiper Fulham, Bernd Leno. Sepanjang babak pertama, Villa hanya sempat menciptakan peluang melalui Morgan Rogers dan Ollie Watkins, namun keduanya tidak berbuah gol.
Fulham sendiri sempat mendapatkan peluang lebih awal melalui sundulan Raúl Jiménez yang mengarah tepat ke pelukan Martinez. Sasa Lukic juga memperoleh kesempatan emas setelah memanfaatkan bola liar di tepi kotak penalti, namun tembakannya terlalu lemah dan mudah diamankan kiper Villa.
Pada babak kedua, Villa masih kesulitan mengembangkan permainan. Peluang terbaik mereka baru muncul setelah laga berjalan satu jam, saat Watkins melepaskan tembakan yang justru melambung jauh dari sasaran.
Fulham sempat menggandakan keunggulan melalui sundulan Castagne dari situasi sepak pojok, namun gol tersebut dianulir setelah Sander Berge dinilai melakukan pelanggaran dengan menghalangi pergerakan Martinez.
Emery melakukan sejumlah pergantian pemain pada 15 menit akhir pertandingan. Namun perubahan tersebut tidak cukup mengangkat performa Villa, bahkan sejumlah keputusan pergantian seperti menarik keluar Youri Tielemans, John McGinn, hingga Ollie Watkins memunculkan indikasi bahwa fokus mulai dialihkan ke laga penting berikutnya.
Aston Villa dijadwalkan menghadapi Nottingham Forest pada leg pertama semifinal Liga Europa, sehingga rotasi yang dilakukan Emery dinilai sebagai bagian dari strategi menjaga kebugaran pemain.
Meski kalah, posisi Villa dalam perburuan tiket Liga Champions masih relatif aman karena mereka masih memiliki selisih poin yang cukup dari pesaing di bawahnya. Namun performa kurang meyakinkan di Craven Cottage menjadi peringatan bahwa konsistensi masih menjadi pekerjaan rumah besar.
Sementara bagi Fulham, kemenangan ini menjadi suntikan moral untuk terus menekan persaingan papan atas. Jika mampu menjaga momentum dan memperbaiki konsistensi, peluang mereka untuk finis di tujuh besar klasemen Premier League tetap terbuka hingga akhir musim. (aga)


as a preferred source on Google




