Pidie Jaya (beritajatim.id) – Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan (HAKLI) Provinsi Jawa Timur menyalurkan bantuan chlorine diffuser atau chlorinator kepada masyarakat terdampak banjir di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, pada Sabtu (27/12/2025). Penyaluran bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya pemulihan kesehatan lingkungan, khususnya dalam menjaga kualitas air bersih pascabencana.
Bantuan tersebut disalurkan sebagai respons atas kondisi pascabanjir yang masih menyisakan permasalahan akses air bersih bagi sebagian warga. Genangan banjir sebelumnya berpotensi mencemari sejumlah sumber air, terutama sumur milik warga, sehingga memerlukan proses pengolahan agar air tetap layak digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.
Sanitarian RSUD Dr. Soetomo Surabaya, Alis Indah Suciyati, menyampaikan bahwa penyaluran chlorine diffuser merupakan wujud kepedulian Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama HAKLI dalam mendukung upaya masyarakat menjaga keamanan air bersih. Penggunaan chlorine diffuser dinilai efektif untuk memastikan air tetap aman, terutama untuk keperluan sanitasi dan kesehatan lingkungan.
Sebagai bagian dari program bantuan tersebut, HAKLI Provinsi Jawa Timur menyalurkan sebanyak 54 paket chlorine diffuser untuk masyarakat di Kabupaten Pidie Jaya. Selain itu, dukungan serupa juga diberikan kepada masyarakat di Provinsi Sumatera Barat dengan total 50 paket chlorine diffuser. Penyaluran ini ditujukan untuk membantu wilayah terdampak bencana yang menghadapi tantangan serupa terkait kualitas air.
Selain chlorine diffuser, HAKLI Jawa Timur juga menyalurkan bantuan techno water sebagai sarana pendukung pengolahan air bersih. Bantuan ini diharapkan dapat memperkuat upaya pencegahan risiko gangguan kesehatan yang kerap muncul pascabanjir, seperti penyakit berbasis lingkungan dan sanitasi.
Melalui bantuan tersebut, HAKLI Jawa Timur berharap masyarakat terdampak banjir dapat kembali mengakses air bersih yang aman dan layak, sekaligus mempercepat proses pemulihan kesehatan lingkungan. Kolaborasi antara tenaga kesehatan lingkungan dan pemerintah daerah dinilai menjadi faktor penting dalam meminimalkan dampak lanjutan bencana terhadap kesehatan masyarakat. (aga)


as a preferred source on Google




