Manhester (beritajatim.id) – Euforia kemenangan dramatis 3-2 atas Fulham di Old Trafford, Minggu (1/2/2026), menyisakan pekerjaan rumah “menyenangkan” bagi manajemen Manchester United. Michael Carrick, yang awalnya hanya ditunjuk sebagai solusi jangka pendek (caretaker) pasca pemecatan Ruben Amorim, kini justru menjadi kandidat kuat untuk kursi manajer permanen.
Audisi Sempurna Carrick Hingga Senin (2/2/2026) pagi waktu setempat, narasi di media Inggris mulai bergeser. Jika sebelumnya bursa taruhan diramaikan oleh nama-nama pelatih top Eropa, kini sorotan tertuju penuh pada Carrick. Pasalnya, mantan gelandang Setan Merah ini sukses menyapu bersih tiga laga awal Liga Inggris dengan kemenangan, termasuk menumbangkan dua raksasa, Manchester City dan Arsenal.
Para pengamat menilai, Carrick berhasil mengembalikan “DNA United” permainan cepat, berani, dan mentalitas pantang menyerah hingga detik terakhir yang sempat hilang selama 13 bulan terakhir.
Bayang-Bayang Dejavu Solskjaer Namun, situasi ini memicu perdebatan di kalangan manajemen INEOS. Mereka dihadapkan pada dilema: apakah memberi kontrak permanen kepada Carrick yang sedang on fire, atau tetap berpegang pada rencana awal merekrut pelatih berpengalaman di musim panas?
Situasi ini mengingatkan publik pada fenomena Ole Gunnar Solskjaer di tahun 2019, yang mendapat kontrak permanen setelah rentetan hasil impresif sebagai interim.
“Carrick telah melakukan hal yang mustahil dalam waktu singkat. Dia tidak hanya memenangkan pertandingan, tapi memenangkan hati pemain. Lihat bagaimana Sesko dan Fernandes merayakan gol semalam, itu sinyal kuat,” tulis analisis di salah satu kolom media olahraga terkemuka Inggris hari ini.
Fokus ke Tottenham Terlepas dari isu kontrak, Carrick enggan jemawa. Dalam sesi wawancara singkat pasca latihan pemulihan, ia menegaskan fokusnya hanya untuk laga berat berikutnya melawan Tottenham Hotspur.
Laga melawan The Lilywhites pekan depan diprediksi menjadi ujian validasi terakhir. Jika Carrick mampu kembali membawa pulang tiga poin, desakan fans agar statusnya dipermanenkan dipastikan akan sulit dibendung oleh manajemen.
Bagi fans MU di Indonesia, Senin ini menjadi hari yang cerah. Bukan hanya karena kemenangan semalam, tapi karena harapan akan kebangkitan tim kesayangan kini terasa lebih nyata dan terarah.


as a preferred source on Google




