Surabaya (beritajatim.id) – Charlotte Hornets melanjutkan tren positif mereka setelah menaklukkan Houston Rockets dengan skor 109-99 pada Kamis malam (5/1) waktu Amerika Serikat. Kemenangan ini memperpanjang rekor kemenangan Charlotte menjadi delapan laga beruntun, yang merupakan rentetan terpanjang franchise sejak musim 1998–1999.
Kon Knueppel tampil impresif dengan menyumbang 24 poin, sementara LaMelo Ball menambahkan 20 angka untuk memimpin Hornets. Charlotte sudah unggul nyaman 16 poin usai kuarter ketiga dan terus menjaga kendali permainan hingga akhir laga.
Memasuki kuarter keempat, Brandon Miller membuka skor dengan lima poin cepat yang membawa Hornets menjauh 96-75 saat laga menyisakan sekitar 11 menit. Charlotte kemudian melesakkan lima poin beruntun, termasuk tembakan tiga angka dari Sion James, untuk memperlebar keunggulan menjadi 103-81. Situasi tersebut membuat pelatih Houston, Ime Udoka, menarik para pemain inti lebih awal.
Houston Rockets sebenarnya mendapat kontribusi maksimal dari Kevin Durant yang mencetak 31 poin, tertinggi di pertandingan ini, dengan akurasi 11 tembakan masuk dari 21 percobaan. Jabari Smith Jr. juga tampil efisien dengan 17 poin hasil 7 dari 10 tembakan.
Namun, dukungan dari pemain Rockets lainnya sangat minim. Secara keseluruhan, pemain Houston di luar Durant dan Smith hanya memasukkan 20 dari 50 percobaan tembakan. Tidak ada pemain Rockets lain yang mampu menembus dua digit poin.
Kekalahan ini menjadi hasil buruk kedua secara beruntun bagi Rockets, setelah sebelumnya juga tumbang dari Boston Celtics dengan skor 93-114. Dalam dua laga tersebut, Houston menunjukkan pola yang serupa, yakni serangan yang mandek dan intensitas permainan yang menurun.
Meski dikenal sebagai salah satu tim dengan kemampuan rebound terbaik di NBA, Rockets kalah dalam perebutan bola pantul dengan skor 39-45. Charlotte memanfaatkan situasi tersebut untuk unggul 23-15 dalam poin kesempatan kedua. Rockets juga kalah telak dalam poin dari fast break dan turnover, meski unggul tipis dalam jumlah turnover.
Sehari sebelumnya, Ime Udoka sempat mengungkapkan bahwa timnya kehilangan “ketajaman” dibanding musim lalu. Hal itu kembali terlihat sejak awal laga, terutama di sektor pertahanan. Myles Bridges beberapa kali dengan mudah menembus pertahanan Houston, bahkan satu penetrasi tanpa pengawalan memaksa Udoka meminta time out karena frustrasi.
LaMelo Ball juga menjadi mimpi buruk bagi Rockets dengan mencetak 16 poin tertinggi timnya di paruh awal, termasuk empat tembakan tripoin.
Dengan hasil ini, Rockets mencatat rekor 1-2 pada Februari dan 11-9 sepanjang tahun 2026. Tantangan berat sudah menanti, karena mereka dijadwalkan bertandang ke Oklahoma City pada Sabtu mendatang untuk menghadapi Thunder, tim dengan rekor terbaik di NBA saat ini. (aga)


as a preferred source on Google




