Patumwan (beritajatim.id) – Kontingen bulu tangkis Indonesia tampil dominan pada Thailand Masters 2026, turnamen BWF Super 300 yang digelar di Patumwan, Thailand. Dari enam wakil yang tampil di partai final, Indonesia sukses memborong empat gelar juara, menegaskan posisi kuat Merah Putih di level turnamen internasional menengah.
Satu-satunya sektor yang gagal dipersembahkan Indonesia adalah tunggal putri, sementara empat sektor lainnya berhasil dikuasai wakil Tanah Air.
Ganda Putri Buka Jalan Juara
Gelar pertama Indonesia diraih dari sektor ganda putri melalui pasangan Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti. Pasangan yang baru dipadukan pada awal 2026 ini tampil solid dengan menundukkan unggulan ketujuh asal China, Bao Li Jing/Li Yi Jing, lewat pertarungan tiga gim.
Kemenangan tersebut menjadi gelar perdana bagi Amallia/Fadia sebagai pasangan, sekaligus sinyal positif bagi regenerasi ganda putri Indonesia di level internasional.
Leo/Bagas Akhiri Penantian Gelar
Di sektor ganda putra, unggulan utama Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana memastikan podium tertinggi usai mengalahkan rekan senegara mereka, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, dalam dua gim langsung. Gelar ini mengakhiri penantian Leo/Bagas sejak terakhir kali juara di Korea Open 2024.
Bagi Leo, kemenangan ini juga menandai gelar keduanya di Thailand Masters, setelah sebelumnya meraih titel yang sama pada edisi 2023 bersama Daniel Marthin.
Adnan/Indah Raih Gelar Super 300 Pertama
Sektor ganda campuran menyajikan final sesama Indonesia. Pasangan Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil keluar sebagai juara setelah melalui laga ketat melawan Bobby Setiabudi/Melati Daeva Oktovianti.
Gelar Thailand Masters 2026 menjadi gelar Super 300 pertama bagi Adnan/Indah, sekaligus capaian penting dalam perjalanan karier mereka di level elite BWF. Sebelumnya, pasangan ini terakhir kali naik podium tertinggi di turnamen Super 100 Vietnam Open 2024.
Zaki Ubaidillah Bersinar di Tunggal Putra
Sorotan utama datang dari sektor tunggal putra lewat penampilan Moh. Zaki Ubaidillah. Pebulu tangkis muda Indonesia itu menutup final dengan kemenangan dramatis atas wakil tuan rumah Panitchaphon Teeraratsakul dalam laga tiga gim yang berlangsung lebih dari satu jam.
Kemenangan ini menjadi hasil pertama Zaki atas Panitchaphon setelah dua pertemuan sebelumnya selalu berakhir dengan kekalahan. Di semifinal, Zaki juga tampil impresif dengan menyingkirkan kompatriotnya, Alwi Farhan, menegaskan performa konsisten sepanjang turnamen.
Tunggal Putri Lepas ke India
Satu-satunya gelar yang gagal diamankan Indonesia datang dari sektor tunggal putri. Gelar juara diraih pemain India Devika Sihag setelah lawannya, Goh Jin Wei dari Malaysia, terpaksa mundur akibat cedera pada gim kedua partai final.
Sinyal Positif Menuju Level Lebih Tinggi
Keberhasilan Indonesia merebut empat gelar di Thailand Masters 2026 menjadi indikator kuat kedalaman skuad nasional, baik dari sektor senior maupun generasi muda. Capaian ini juga memberi modal penting bagi para pemain Indonesia untuk menatap turnamen level Super 500 ke atas, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam peta persaingan bulu tangkis dunia. (aga)


as a preferred source on Google




