Jakarta (beritajatim.id) – Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menegaskan bahwa penguatan talenta digital menjadi fondasi utama untuk meningkatkan daya saing Indonesia di tengah kompetisi teknologi global yang berkembang semakin cepat. Pemerintah menilai kualitas sumber daya manusia akan menjadi faktor penentu dalam menghadapi transformasi industri digital, termasuk perkembangan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) dan perubahan ekosistem teknologi dunia.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, menyampaikan bahwa persaingan global saat ini tidak lagi hanya ditentukan oleh kekuatan infrastruktur teknologi, tetapi juga oleh kemampuan suatu negara dalam mencetak talenta digital yang mampu berinovasi dan berkontribusi pada pengembangan teknologi.
Pernyataan tersebut disampaikan Nezar saat menghadiri kegiatan di Balai Besar Pelatihan Sumber Daya Manusia Komunikasi dan Digital (BBLSDM Komdigi) Medan, Sabtu (4/7/2026). Menurutnya, Indonesia harus memperkuat kapasitas sumber daya manusia agar mampu mengambil peran yang lebih besar dalam rantai nilai industri teknologi global, bukan sekadar menjadi pasar atau pengguna teknologi.
Nezar menjelaskan, percepatan perkembangan teknologi digital telah menciptakan kompetisi yang semakin ketat, mulai dari pengembangan infrastruktur komputasi hingga kecerdasan artifisial. Di tengah kondisi tersebut, Indonesia masih menghadapi tantangan untuk meningkatkan posisi strategisnya dalam rantai pasok teknologi global.
Karena itu, pemerintah memandang investasi pada pengembangan talenta digital menjadi langkah strategis untuk memperkuat kapasitas nasional. Talenta yang memiliki kompetensi tinggi dinilai mampu mengatasi berbagai keterbatasan, termasuk pada aspek infrastruktur, sekaligus mendorong lahirnya inovasi yang meningkatkan daya saing bangsa.
Nezar menegaskan Indonesia perlu bertransformasi dari sekadar konsumen teknologi menjadi negara yang mampu menciptakan solusi dan inovasi digital. Langkah tersebut dinilai penting agar Indonesia dapat berkontribusi lebih besar terhadap perkembangan industri teknologi dunia sekaligus memperoleh nilai tambah dari ekonomi digital yang terus bertumbuh.
Sebagai bagian dari strategi tersebut, Kemkomdigi terus memperluas kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi untuk mempercepat pengembangan sumber daya manusia digital. Kampus diposisikan sebagai pusat pembentukan talenta yang mampu menjawab kebutuhan industri sekaligus memperkuat ekosistem inovasi nasional.
Salah satu upaya yang tengah dijalankan adalah program AI Talent Factory yang dilaksanakan bersama sejumlah perguruan tinggi di berbagai wilayah Indonesia, baik di Pulau Jawa maupun luar Jawa. Program ini dirancang untuk memperluas akses pelatihan dan meningkatkan pemerataan kompetensi digital sehingga semakin banyak generasi muda memiliki kemampuan yang relevan dengan kebutuhan industri masa depan.
Selain penguasaan keterampilan teknis, pengembangan talenta digital juga diarahkan agar memiliki pemahaman terhadap dinamika global, termasuk perkembangan geopolitik teknologi, transformasi ekonomi digital, hingga perubahan lanskap industri internasional. Pendekatan tersebut dinilai penting agar Indonesia mampu menghasilkan SDM yang adaptif terhadap perubahan sekaligus siap bersaing di tingkat global.
Melalui penguatan talenta digital yang dilakukan secara berkelanjutan, Kemkomdigi menempatkan pengembangan sumber daya manusia sebagai salah satu strategi nasional untuk memperkuat daya saing Indonesia. Langkah tersebut diharapkan mampu mendorong lahirnya inovator, pengembang teknologi, serta tenaga kerja digital yang berperan aktif dalam membangun ekosistem teknologi nasional dan meningkatkan posisi Indonesia dalam persaingan global. (hdl)


as a preferred source on Google




