Bogor (beritajatim.id) – Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) terus memperkuat program pembinaan kemandirian warga binaan melalui kolaborasi antara Direktorat Jenderal Imigrasi dan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. Salah satu implementasinya diwujudkan melalui kehadiran Galeri Warga Binaan di Kantor Imigrasi (Kanim) Kelas I Non TPI Bogor yang menjadi ruang promosi sekaligus pemasaran berbagai produk hasil karya warga binaan dari lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan di Jawa Barat.
Galeri tersebut terbuka bagi masyarakat yang ingin melihat maupun membeli langsung beragam produk hasil pembinaan. Kehadiran fasilitas ini diharapkan dapat memperluas akses pemasaran sehingga karya warga binaan memiliki nilai ekonomi sekaligus menjadi bagian dari proses reintegrasi sosial.
Kepala Kanim Kelas I Non TPI Bogor, Ritus Ramadhana, menegaskan bahwa jajaran Imigrasi memiliki tanggung jawab mendukung program pembinaan yang dijalankan Kemenimipas. Salah satu bentuk dukungan tersebut diwujudkan dengan menyediakan ruang bagi pemasaran hasil karya warga binaan agar lebih dikenal masyarakat.
Menurut Ritus, galeri tersebut menjadi bukti bahwa proses pembinaan di lembaga pemasyarakatan mampu menghasilkan produk yang memiliki kualitas dan nilai jual. Ia berharap keberadaan galeri dapat menjadi sarana apresiasi sekaligus memberikan motivasi kepada warga binaan untuk terus mengembangkan keterampilan sebagai bekal ketika kembali ke tengah masyarakat.
Sementara itu, Kepala Seksi Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian Kanim Bogor, Stephanie Arimitry, menjelaskan bahwa galeri menampilkan berbagai produk hasil karya warga binaan dari sejumlah Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan Rumah Tahanan Negara (Rutan) di Jawa Barat. Selain dipamerkan secara langsung, seluruh produk juga dapat dilihat melalui katalog yang telah disediakan sehingga memudahkan pengunjung memilih produk yang diinginkan.
Stephanie menambahkan, Galeri Warga Binaan di Kanim Bogor diresmikan langsung oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi antara fungsi keimigrasian dan pemasyarakatan dalam mendukung pembinaan yang berorientasi pada pemberdayaan.
Melalui kolaborasi tersebut, Kemenimipas tidak hanya membekali warga binaan dengan berbagai keterampilan kerja, tetapi juga membangun sistem pemasaran yang mampu meningkatkan daya saing produk hasil pembinaan. Pendekatan ini diharapkan dapat memberikan dampak nyata terhadap proses pembinaan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi warga binaan setelah menyelesaikan masa pidana.
Keberadaan Galeri Warga Binaan di Kanim Bogor juga menjadi bagian dari implementasi 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam penguatan pemasaran produk hasil karya warga binaan. Dengan memperluas akses promosi kepada masyarakat, pemerintah berharap program pembinaan tidak berhenti pada peningkatan keterampilan, tetapi juga mampu menghasilkan manfaat ekonomi yang berkelanjutan dan memperkuat proses reintegrasi sosial warga binaan. (hdl)


as a preferred source on Google




