Roma (beritajatim.id) – Lazio diperkirakan akan melakukan rotasi besar saat menjamu Udinese pada lanjutan pekan ke-34 Serie A, Senin waktu setempat. Keputusan ini diambil setelah tim ibu kota Italia tersebut menjalani laga melelahkan selama 120 menit di ajang Coppa Italia.
Skuad asuhan Maurizio Sarri baru saja memastikan tiket ke final Coppa Italia usai menyingkirkan Atalanta melalui adu penalti. Intensitas pertandingan yang tinggi membuat sejumlah pemain membutuhkan waktu pemulihan, sehingga rotasi dianggap sebagai langkah strategis.
Selain faktor kebugaran, posisi Lazio di klasemen Serie A juga menjadi pertimbangan. Peluang untuk menembus zona kompetisi Eropa dinilai semakin tipis, sehingga fokus tim kini lebih diarahkan pada persiapan menghadapi final Coppa Italia.
Perubahan diperkirakan terjadi di lini belakang. Adam Marusic kemungkinan tidak masuk dalam susunan pemain inti, dengan Manuel Lazzari disiapkan mengisi sektor kanan. Di sisi kiri, Luca Pellegrini berpeluang kembali tampil setelah absen cukup lama, menggantikan Nuno Tavares.
Di jantung pertahanan, absennya Mario Gila karena cedera membuka peluang bagi Oliver Provstgaard untuk berduet dengan Alessio Romagnoli. Opsi lain, Patric bisa dimainkan baik sejak awal maupun sebagai pemain pengganti.
Di lini tengah, Danilo Cataldi diproyeksikan kembali menjadi starter. Sementara itu, posisi gelandang box-to-box diperebutkan oleh Toma Basic dan Kenneth Taylor, dengan Fisayo Dele-Bashiru sebagai alternatif.
Perubahan juga diperkirakan terjadi di lini depan. Tijjani Noslin yang tampil penuh di laga sebelumnya berpotensi diistirahatkan, dengan opsi pengganti antara Boulaye Dia atau Daniel Maldini. Di sektor sayap, Gustav Isaksen berpeluang tampil menggantikan Matteo Cancellieri.
Sarri juga mempertimbangkan untuk mengistirahatkan Mattia Zaccagni, yang membuka peluang bagi Pedro untuk tampil sejak menit awal.
Dengan rotasi ini, Lazio tetap diharapkan mampu menjaga performa sekaligus memberi kesempatan bagi pemain pelapis untuk menunjukkan kontribusi. Laga melawan Udinese menjadi momentum penting untuk menjaga ritme tim tanpa mengorbankan kebugaran jelang partai final Coppa Italia. (aga)


as a preferred source on Google




