Madrid (beritajatim.id) – Real Madrid memasuki tujuh pertandingan terakhir musim ini dengan situasi yang tidak ideal. Los Blancos tertinggal sembilan poin dari Barcelona dalam perburuan gelar La Liga, membuat peluang mereka untuk membalikkan keadaan semakin sulit.
Meski demikian, Real Madrid tetap menaruh fokus besar untuk menutup musim dengan performa maksimal. Tim ibu kota Spanyol itu bertekad menyapu bersih sisa laga, meskipun kans meraih trofi domestik semakin tipis.
Kondisi ini juga menambah tekanan terhadap performa klub yang dalam beberapa musim terakhir dinilai belum memenuhi standar tinggi yang melekat pada Real Madrid.
Dalam laporan media Spanyol, Marca (MD), pelatih kepala Real Madrid Alvaro Arbeloa memberikan pandangannya terkait perjalanan tim sepanjang musim ini. Ia menilai Real Madrid tidak terbiasa berada dalam periode sulit, apalagi jika harus menjalani musim tanpa gelar.
Arbeloa menegaskan bahwa klub sebesar Real Madrid tidak boleh terlalu larut dalam kekecewaan. Ia menyebut tuntutan di Santiago Bernabeu selalu mengarah pada masa depan dan target kemenangan berikutnya.
Menurut Arbeloa, Real Madrid wajib menunjukkan mentalitas kompetitif hingga akhir musim dengan menargetkan kemenangan di tujuh laga tersisa.
Musim ini menjadi sorotan karena Real Madrid disebut gagal memenangkan enam dari tujuh trofi besar terakhir yang diperebutkan. Jika gagal mengejar Barcelona hingga akhir La Liga, catatan tersebut akan semakin buruk dan menegaskan bahwa Los Blancos sedang mengalami masa transisi yang berat.
Selain membahas soal tekanan trofi, Arbeloa juga menyinggung performa Real Madrid di kompetisi domestik. Ia mengakui bahwa timnya masih memiliki ruang besar untuk berkembang, terutama dalam konsistensi menghadapi klub-klub papan bawah.
Arbeloa menilai Real Madrid justru tampil lebih baik dalam laga besar ketimbang saat menghadapi lawan yang secara kualitas berada di bawah mereka. Hal tersebut dianggap sebagai salah satu penyebab mengapa gelar La Liga dan Copa del Rey lebih sulit diraih dibandingkan ekspektasi publik.
Menariknya, Arbeloa juga melontarkan pernyataan yang cukup kontroversial. Ia mengklaim bahwa dalam kondisi tertentu, Real Madrid bisa saja lebih mudah memenangkan Liga Champions ketimbang La Liga. Ia mencontohkan beberapa situasi pertandingan, termasuk laga melawan Girona, yang menurutnya mencerminkan dinamika sulit dalam kompetisi domestik Spanyol.
Di sisi lain, Arbeloa turut menanggapi isu mengenai hubungannya dengan para pemain Real Madrid. Ia menegaskan suasana ruang ganti berada dalam kondisi baik dan ia merasa relasi antara pelatih dan pemain berjalan sehat.
Arbeloa juga membantah anggapan bahwa dirinya terlalu lunak terhadap skuad. Menurutnya, hubungan yang baik tidak berarti mengurangi standar kedisiplinan maupun tuntutan performa. Ia menilai atmosfer positif di ruang ganti justru penting agar tim tetap solid, terutama di tengah tekanan besar karena potensi musim tanpa gelar.
Real Madrid kini berada dalam posisi krusial untuk menyelamatkan akhir musim. Dengan tujuh pertandingan tersisa, Los Blancos masih memiliki peluang secara matematis, namun membutuhkan kemenangan beruntun sambil berharap Barcelona terpeleset.
Bagi Real Madrid, sisa musim bukan hanya soal mengejar gelar, tetapi juga menjaga harga diri klub, membangun fondasi untuk musim depan, serta membuktikan bahwa mereka tetap menjadi kekuatan utama sepak bola Eropa dan Spanyol. (aga)


as a preferred source on Google




