Jakarta (beritajatim.id) – Penyanyi Korea Selatan Soyou, mantan anggota girl group populer SISTAR, mengungkap pengalaman tidak menyenangkan yang diduga sebagai tindakan rasisme oleh seorang staf maskapai penerbangan saat dirinya melakukan perjalanan dari Amerika Serikat ke Korea Selatan.
Melalui akun pribadinya pada 19 Oktober lalu, Soyou menceritakan kronologi kejadian yang dialaminya saat menumpang penerbangan dari Atlanta menuju Korea, usai menyelesaikan jadwal kegiatannya di New York.
“Aku sangat lelah dan hanya meminta bantuan pramugari asal Korea untuk menanyakan jam makan. Namun, manajer penerbangan langsung menilai sikapku sebagai penumpang bermasalah, bahkan memanggil petugas keamanan,” tulis Soyou dalam unggahannya.
Ia menambahkan bahwa dirinya sempat mengatakan, “Saya akan turun dari pesawat jika memang saya yang menjadi masalah,” sebelum akhirnya menjalani penerbangan dengan suasana tidak nyaman akibat sikap dingin awak kabin.
“Momen itu membuat saya berpikir, ‘Apakah ini bentuk rasisme?’ Saya tidak makan apa pun selama lebih dari 15 jam penerbangan, dan pengalaman ini meninggalkan luka mendalam akibat prasangka rasial. Saya tidak ingin siapa pun direndahkan hanya karena ras mereka,” ungkapnya.
Pernyataan Soyou langsung mendapat respons luas dari para penggemarnya di media sosial. Banyak yang mengungkapkan kemarahan dan kekecewaan atas perlakuan diskriminatif yang dialami idolanya, serta mengirimkan dukungan moral agar Soyou tetap kuat menghadapi situasi tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak maskapai terkait insiden yang dilaporkan oleh Soyou.
Sebagai informasi, Soyou merilis single digital bertajuk ‘PDA’ pada bulan Juli lalu dan tetap aktif berkarier sebagai solois setelah SISTAR resmi bubar pada 2017. (mnd)


as a preferred source on Google



