Osaka (beritajatim.id) – Laga melawan Jepang di Suita City Stadium, Osaka, Selasa (10/6/2025), menjadi salah satu pertandingan paling menyakitkan bagi Timnas Indonesia. Skuad Garuda tak hanya kalah, tetapi juga dipermalukan dengan skor mencolok 6-0 oleh tim tuan rumah yang bahkan hanya menurunkan pemain lapis dua.
Alarm bahaya pun mulai terdengar keras. Tak satu pun tembakan dilepaskan oleh Indonesia sepanjang laga. Statistik menyebutkan, penguasaan bola mutlak dikuasai Jepang dengan 71 persen, sedangkan Indonesia hanya mencatatkan 29 persen. Kondisi ini menyiratkan bahwa Indonesia tak hanya kalah skor, tetapi juga kalah strategi, fisik, dan mental.
Tim Jepang membuka keunggulan di menit ke-15 lewat tandukan Daichi Kamada yang tidak mampu diantisipasi Emil Audero. Empat menit kemudian, Takefusa Kubo menggandakan keunggulan setelah memanfaatkan bola muntah dari halauan Emil. Indonesia tampak goyah sejak awal.
Upaya pelatih Patrick Kluivert untuk mengubah jalannya pertandingan dengan memasukkan Yakob Sayuri justru berakhir nahas. Yakob mengalami cedera dan digantikan Marselino Ferdinan. Menjelang turun minum, Kamada kembali mencetak gol dan membawa Jepang unggul 3-0 di menit ke-45+6.
Babak kedua menjadi ujian mental bagi Timnas Indonesia. Ricky Kambuaya masuk menggantikan Beckham Putra, namun serangan Jepang tak terbendung. Ryoya Morishita mencetak gol keempat Jepang pada menit ke-55, disusul Shuto Machino di menit ke-58. Indonesia kian tertekan dan kehilangan struktur permainan.
Pertahanan yang keropos dimanfaatkan Jepang dengan baik. Mereka terus menekan hingga menit ke-80 ketika Mao Hosoya mencetak gol terakhir dan memastikan kemenangan 6-0 bagi Samurai Biru.
Pertanyaan besar pun mencuat: apa yang salah dengan Timnas Indonesia? Di atas kertas, laga ini memang berat. Tapi kenyataan bahwa Indonesia tak mampu menciptakan satu pun peluang menjadi cermin serius untuk evaluasi.
Patrick Kluivert dituntut segera mencari solusi. Kekalahan telak ini bukan sekadar kehilangan poin, tetapi juga meruntuhkan kepercayaan diri tim. Dengan laga-laga penentuan di depan mata, Timnas Indonesia tak bisa lagi sekadar mengandalkan semangat juang. Perlu pendekatan taktik yang lebih matang, pemilihan pemain yang tepat, dan konsistensi strategi untuk menghadapi lawan-lawan berikutnya.
Jika tidak, mimpi melangkah ke Piala Dunia 2026 bisa saja kandas sebelum waktunya. [ian]

![Tanpa Tembakan, Indonesia Dibekuk Pemain Lapis Dua Jepang 6-0 Timnas Indonesia dengan jersey merah menyala. [Foto: PSSI]](https://beritajatim.id/wp-content/uploads/2025/06/timnas-indonesia.webp)
as a preferred source on Google




