Close Menu
beritajatim.idberitajatim.id
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Oil&Gas
  • Sport
  • Entertainment
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Ragam
    • Komunitas
  • Seni&Budaya
  • Network
  • Indeks
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
beritajatim.idberitajatim.id
Web Utama
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Oil&Gas
  • Sport
  • Entertainment
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Ragam
    • Komunitas
  • Seni&Budaya
  • Network
  • Indeks
beritajatim.idberitajatim.id
Home»Seni dan Budaya»1.300 Penari Meriahkan Festival Gandrung Sewu Banyuwangi 2025 Bertajuk “Selendang Sang Gandrung”

1.300 Penari Meriahkan Festival Gandrung Sewu Banyuwangi 2025 Bertajuk “Selendang Sang Gandrung”

Agathon AgnarAgathon Agnar Seni dan Budaya 26 Oktober 2025
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Sebanyak 1.300 penari memeriahkan Festival Gandrung Sewu Banyuwangi 2025 bertema “Selendang Sang Gandrung” di Pantai Marina Boom.
Sebanyak 1.300 penari memeriahkan Festival Gandrung Sewu Banyuwangi 2025 bertema “Selendang Sang Gandrung” di Pantai Marina Boom (foto: Dok Kominfo Jatim)

Banyuwangi (beritajatim.id) – Sebanyak 1.300 penari memeriahkan Festival Gandrung Sewu Banyuwangi 2025 yang mengusung tema “Selendang Sang Gandrung” di Pantai Marina Boom pada Sabtu (25/10/2025). Gelaran yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Banyuwangi ini kembali menyuguhkan kemegahan tarian kolosal khas daerah ujung timur Pulau Jawa tersebut.

Ribuan penari yang tampil terdiri atas 1.100 penari asal Banyuwangi serta 200 penari dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Pasuruan, Probolinggo, Surabaya, Sidoarjo, Tulungagung, Kediri, Jakarta, Malang, Batu, Situbondo, Jember, Bali, Sulawesi Selatan, Sumatera Selatan, Sorong, hingga Amerika Serikat. Pertunjukan ini turut melibatkan 45 pemusik gamelan, 40 pelatih tari, dan 100 penari pembuka.

Sejak 2022, Festival Gandrung Sewu masuk dalam daftar 110 Kharisma Event Nusantara (KEN), program unggulan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) yang menampilkan event terbaik di Indonesia.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Rini Widyantini, mengapresiasi penyelenggaraan festival ini. Menurutnya, Gandrung Sewu menjadi simbol kebersamaan dan semangat gotong royong yang melahirkan keberhasilan besar. “Banyuwangi memberi contoh bagaimana daerah mampu menggali potensi lokal menjadi daya tarik nasional bahkan internasional,” ujarnya.

Sementara itu, Asisten Deputi Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenparekraf, Erwita Dianti, menegaskan bahwa Gandrung Sewu telah empat kali berturut-turut masuk dalam daftar KEN sejak 2022. “Ini membuktikan bahwa Festival Gandrung Sewu terus berkomitmen menyuguhkan event yang berkualitas,” katanya.

Baca Juga:  Sinopsis The Hitman's Bodyguard (2017), Film Aksi Komedi Ryan Reynolds dan Samuel L. Jackson

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menyebut bahwa festival ini bukan sekadar pertunjukan seni, tetapi juga sarana menyampaikan pesan harmoni dan kebersamaan masyarakat Banyuwangi kepada dunia. “Keindahan lahir dari kebersamaan dan kekuatan tumbuh dari harmoni,” ujarnya.

Sejak pertama kali digelar pada 2012, Festival Gandrung Sewu terus berkembang menjadi ikon budaya Banyuwangi. Selain menjadi bagian dari Kharisma Event Nusantara, Tari Gandrung juga telah ditetapkan sebagai warisan budaya takbenda oleh UNESCO. “Ini pengakuan bahwa Gandrung Banyuwangi bukan hanya milik Indonesia, tetapi juga milik dunia,” kata Ipuk.

Lebih lanjut, Ipuk menjelaskan bahwa festival ini berperan penting dalam mendongkrak sektor pariwisata dan ekonomi lokal. “Gandrung Sewu menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi yang menggerakkan sanggar, hotel, homestay, transportasi, hingga UMKM,” jelasnya.

Tahun ini, tema “Selendang Sang Gandrung” mengangkat kisah perjalanan batin seorang penari Gandrung, dari kegembiraan menari hingga pergulatan menghadapi stigma sosial dan pengorbanan pribadi. Selendang menjadi simbol cinta, beban, dan pengabdian seorang Gandrung terhadap seni dan masyarakatnya.

Festival juga dibuka dengan penampilan “Tarian Kuntulan Kolosal Thaharah”, karya seni bernuansa religius yang tumbuh di lingkungan pesantren. Tarian ini bukan hanya menonjolkan keindahan gerak, tetapi juga menjadi media dakwah yang menggambarkan pentingnya kesucian dalam menjalani kehidupan dan ibadah.

Festival Gandrung Sewu Banyuwangi 2025 kembali menegaskan posisi Banyuwangi sebagai daerah dengan kreativitas budaya tinggi dan semangat kolaboratif yang kuat, menjadikannya salah satu destinasi budaya unggulan Indonesia. (aga)

Add beritajatim.id as a preferred source on Google+
Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Berita
Banyuwangi
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Berita Lainnya

Gubernur Khofifah menggelar Pasar Murah di Banyuwangi untuk mengendalikan inflasi, menjaga daya beli masyarakat, dan mendukung pelaku UMKM.

Gubernur Khofifah Perluas Pasar Murah hingga Banyuwangi, Perkuat Pengendalian Inflasi dan Jaga Daya Beli Masyarakat

4 Juli 2026 Ekonomi

Film Pendek MAYA Tayang Perdana di Surabaya, Angkat Krisis Identitas Remaja dan Dampak Media Sosial

30 Mei 2026 Seni dan Budaya
Komisi X DPR mendorong percepatan penetapan dan perlindungan cagar budaya Banyuwangi. Anggaran minim dan regulasi dinilai jadi kendala utama.

Sorot Pelestarian Cagar Budaya Banyuwangi, Komisi X DPR RI Desak Penyederhanaan Regulasi dan Tambahan Anggaran

12 Februari 2026 News

Quinncy Angeline Pemeran Antagonis di Film Garapan ARTV

28 Januari 2026 Seni dan Budaya

Wisata Telunjuk Raung Banyuwangi, Rekomendasi Camping Saat Libur Nataru 2025–2026

26 Desember 2025 Ragam
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani

Presiden Usul Perpanjangan Kereta Cepat Whoosh hingga Banyuwangi, Ini Respons Bupati Ipuk

4 November 2025 Ekonomi
Leave A Reply Cancel Reply

Gubernur Khofifah menggelar Pasar Murah di Banyuwangi untuk mengendalikan inflasi, menjaga daya beli masyarakat, dan mendukung pelaku UMKM.

Gubernur Khofifah Perluas Pasar Murah hingga Banyuwangi, Perkuat Pengendalian Inflasi dan Jaga Daya Beli Masyarakat

4 Juli 2026
Berita Terbaru
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko

Polri Gandeng UPH dan Komdigi Edukasi Mahasiswa Cegah Judi Online Lewat Program Polri Goes to Campus

16 Juli 2026
Polres Mojokerto Kota memperkuat sinergi dengan masyarakat melalui Silaturahmi Kamtibmas, mendorong keamanan, pelayanan publik, dan keselamatan berlalu lintas.

Polres Mojokerto Kota Perkuat Sinergi dengan Warga Lewat Silaturahmi Kamtibmas dan Ajak Jaga Keamanan Bersama

16 Juli 2026

7 Makanan yang Bisa Membantu Meningkatkan Kualitas Sperma, Penting untuk Program Hami

16 Juli 2026

Setjen DPD RI Buka Program Magang Nasional 2026, Kuota 233 Orang dengan Uang Saku hingga Rp6 Juta

16 Juli 2026
Lionel Messi

Messi Antar Argentina Singkirkan Inggris dan Melaju ke Final Piala Dunia, Siap Tantang Spanyol

16 Juli 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
  • Tentang
  • Network
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© 2026 beritajatim.ID | portal berita jawa timur

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.