Close Menu
beritajatim.idberitajatim.id
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Oil&Gas
  • Sport
  • Entertainment
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Ragam
    • Komunitas
  • Seni&Budaya
  • Network
  • Indeks
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
beritajatim.idberitajatim.id
Web Utama
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Oil&Gas
  • Sport
  • Entertainment
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Ragam
    • Komunitas
  • Seni&Budaya
  • Network
  • Indeks
beritajatim.idberitajatim.id
Home»Entertainment»10 Film Kontroversial yang Dilarang Tayang di Berbagai Negara

10 Film Kontroversial yang Dilarang Tayang di Berbagai Negara

Agathon AgnarAgathon Agnar Entertainment 27 April 2026
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Film The Da Vinci Code, Film adaptasi novel karya Dan Brown

Surabaya (beritajatim.id) – Tidak semua film dapat diterima oleh publik di berbagai negara. Perbedaan budaya, norma sosial, hingga sensitivitas terhadap isu agama kerap menjadi faktor utama yang memicu polemik. Dalam sejumlah kasus, kontroversi yang muncul bahkan berujung pada pelarangan penayangan demi menjaga ketertiban sosial.

Beberapa film berikut dikenal luas karena menuai kritik tajam hingga dilarang di banyak negara akibat konten yang dianggap ekstrem, baik dari sisi kekerasan, seksual, maupun interpretasi terhadap ajaran agama.

1. A Clockwork Orange

Film garapan Stanley Kubrick ini menampilkan potret kelam kenakalan remaja dengan adegan kekerasan dan pemerkosaan yang eksplisit. Karakter Alex DeLarge digambarkan sebagai sosok brutal dengan ketertarikan pada kriminalitas. Kontennya membuat film ini sempat dilarang di sejumlah negara, termasuk Inggris dan Singapura.

2. Last Tango in Paris

Film ini menuai kontroversi karena adegan seksual yang eksplisit serta isu dugaan pelecehan di balik layar. Disutradarai Bernardo Bertolucci, film ini mendapat kecaman luas, terutama setelah pengakuan terkait adegan yang melibatkan Marlon Brando dan Maria Schneider.

3. The Texas Chainsaw Massacre

Film horor ini dikenal karena kekerasan sadis yang melibatkan karakter ikonik Leatherface. Banyak negara seperti Inggris dan Australia melarang penayangannya karena dinilai terlalu brutal.

4. Salò, or the 120 Days of Sodom

Disutradarai Pier Paolo Pasolini, film ini menghadirkan adegan kekerasan seksual ekstrem dan penyiksaan yang memicu kontroversi global. Kontennya membuat film ini dilarang di berbagai negara, termasuk Italia dan Australia.

Baca Juga:  Hiburan atau Hak Cipta? Polemik Royalti Musik di Armada Bus

5. Cannibal Holocaust

Film karya Ruggero Deodato ini menggunakan konsep found footage yang dianggap terlalu realistis. Adegan kekerasan terhadap manusia dan hewan membuat film ini dilarang luas, bahkan sempat memicu kasus hukum terhadap sang sutradara.

6. Hail Mary

Film karya Jean-Luc Godard ini memicu kontroversi karena menggabungkan tema religius dengan adegan ketelanjangan. Kritik keras datang dari kalangan umat Kristiani, termasuk Vatikan.

7. The Last Temptation of Christ

Disutradarai Martin Scorsese, film ini menampilkan sisi manusiawi Yesus Kristus yang dianggap kontroversial. Penayangannya ditolak di sejumlah negara karena dinilai menyinggung keyakinan agama.

8. The Da Vinci Code

Film adaptasi novel karya Dan Brown ini memicu polemik karena mengangkat teori konspirasi terkait Gereja Katolik. Sejumlah negara melarang penayangannya karena dianggap menyinggung agama.

9. A Serbian Film

Film ini menjadi salah satu yang paling kontroversial karena mengangkat tema eksploitasi seksual ekstrem, termasuk isu pedofilia. Akibatnya, film ini dilarang di puluhan negara di dunia.

10. Noah

Film karya Darren Aronofsky ini menuai penolakan di sejumlah negara, terutama di kawasan Timur Tengah. Penggambaran tokoh Nabi Nuh yang dinilai menyimpang dari ajaran agama menjadi alasan utama pelarangan.

Kasus pelarangan film menunjukkan bahwa industri perfilman tidak lepas dari dinamika sosial dan budaya. Setiap negara memiliki standar berbeda dalam menilai konten yang layak ditonton publik.

Baca Juga:  Ha Jung Woo dan Gong Hyo Jin Kembali Satu Layar Lewat Film The People Upstairs Setelah 13 Tahun

Kontroversi yang muncul juga sering kali memicu diskusi lebih luas tentang batasan kebebasan berekspresi dalam karya seni. Di satu sisi, film menjadi medium eksplorasi ide, namun di sisi lain tetap harus mempertimbangkan norma dan nilai yang berlaku di masyarakat. (aga)

Add beritajatim.id as a preferred source on Google+
Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Berita
A Clockwork Orange Cannibal Holocaust film dilarang tayang film kontroversial
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Berita Lainnya

Anggota FIFTY FIFTY (sumber foto: instagram/we_fiftyfifty)

Konser FIFTY FIFTY di Jakarta Resmi Dibatalkan, Tur Asia 2026 Dirombak karena Penyesuaian Jadwal

29 Juni 2026 Entertainment
Poster promo konser Limp Bizkit di Malaysia (sumber foto: instagram/limpbizkit)

Limp Bizkit Gelar Konser Perdana di Malaysia, Jadi Satu-satunya Penampilan Band Legendaris Ini di Asia 2026

26 Juni 2026 Entertainment
Taylor Swift (sumber foto: instagram @taylorswift)

Taylor Swift Rilis Lagu Orisinal untuk Toy Story 5, Kembali ke Country

4 Juni 2026 Entertainment
BTS formasi lengkap (sumber foto: soompi)

BTS Gelar Konser World Tour ARIRANG di Jakarta Desember 2026, Simak Jadwal dan Harga Tiketnya

22 Mei 2026 Entertainment
BTS formasi lengkap (sumber foto: soompi)

BTS Siapkan Proyek Spektakuler BTS The City Arirang di Busan, Kota Disulap Jadi Destinasi Global ARMY

20 Mei 2026 Entertainment

The Mandalorian and Grogu Tayang di Indonesia Mei 2026, Bawa Petualangan Baru Din Djarin dan Baby Yoda

18 Mei 2026 Entertainment
Leave A Reply Cancel Reply

Anggota FIFTY FIFTY (sumber foto: instagram/we_fiftyfifty)

Konser FIFTY FIFTY di Jakarta Resmi Dibatalkan, Tur Asia 2026 Dirombak karena Penyesuaian Jadwal

29 Juni 2026
Berita Terbaru
Febri Hendri Antoni Arief

PMI Manufaktur Indonesia Turun ke 46,9, Kemenperin Perkuat Strategi Jaga Daya Saing Industri Nasional

2 Juli 2026
Selat Hormuz

AS dan Iran Gelar Pembicaraan Tidak Langsung di Doha, Fokus pada Selat Hormuz dan Gencatan Senjata Permanen

2 Juli 2026
Dokter Michael Leksodimulyo

Kisah dr. Michael Leksodimulyo, Dari Mengabdi di Gang Sempit Kini Perjuangkan Kesehatan dari DPRD Surabaya

2 Juli 2026

9 Manfaat Mewarnai bagi Anak yang Jarang Disadari, Tak Sekadar Asah Kreativitas tetapi Dukung Tumbuh Kembang

2 Juli 2026
Polresta Sidoarjo bersama Forkopimda menyalurkan 3 ton beras kepada warga dan pengemudi ojol dalam peringatan Hari Bhayangkara ke-80.

Polresta Sidoarjo dan Forkopimda Bagikan 3 Ton Beras untuk Warga pada Hari Bhayangkara ke-80

2 Juli 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
  • Tentang
  • Network
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© 2026 beritajatim.ID | portal berita jawa timur

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.