Jember (beritajtim.id) – Komisi Nasional (Komnas) Perempuan aktif melaksanakan kampanye 16 Hari Antikekerasan Terhadap Perempuan (16 HAKTP) dengan rangkaian kegiatan di Kabupaten Jember, Jawa Timur.
Dalam kunjungannya di Jember, Jumat, Komisioner Komnas Perempuan, Veryanto Sitohang, menyampaikan bahwa kampanye ini bertujuan untuk mengajak dukungan publik dalam upaya penghapusan kekerasan terhadap perempuan.
Serangkaian kegiatan dilaksanakan, termasuk pertemuan dengan mitra Komnas Perempuan, diskusi dengan gerakan anak muda, interaksi dengan jurnalis, dan penyelenggaraan panggung budaya untuk mendorong kebijakan perlindungan perempuan.
“Data menunjukkan peningkatan kasus kekerasan terhadap perempuan, mencapai 338.496 pada tahun 2021 dan meningkat menjadi 339.782 pada 2022, dengan kenaikan sebesar 0,38 persen,” ungkapnya.
Menurut data Komnas Perempuan tahun 2023, Jawa Timur menempati peringkat kedua tertinggi setelah Jawa Barat dalam kasus kekerasan terhadap perempuan, termasuk di Kabupaten Jember.
“Kami mengajak semua pihak untuk bersatu dalam kampanye 16 HAKTP 2023 dengan tagline ‘Kenali Hukumnya, Lindungi Korban’,” tambahnya.
Veryanto juga mengajak Bupati Jember, Hendy Siswanto, untuk membuka rumah aman bagi perempuan yang menjadi korban kekerasan, sehingga korban dapat pulih dan memulai hidup yang lebih baik.
Bupati Jember, Hendy Siswanto, mengakui bahwa persoalan perempuan merupakan tanggung jawab bersama. Pada tahun 2022, angka perceraian di Jember cukup tinggi, dan kasus kekerasan terhadap perempuan juga menjadi masalah yang perlu diatasi.
“Ia menyoroti beberapa faktor yang melatarbelakangi, seperti pernikahan dini dan penggunaan gadget yang tidak bijak. Pemkab Jember berupaya mencegah akar permasalahan dengan sosialisasi pencegahan melalui lembaga pendidikan di sekolah-sekolah,” paparnya. (hdl)


as a preferred source on Google




