Jakarta (beritajatim.com) – Pasangan calon presiden nomor 3, Ganjar Pranowo dan Mahfud MD, berkomitmen untuk melanjutkan dan meningkatkan program bantuan sosial (bansos) bagi masyarakat miskin jika terpilih menjadi pemimpin Indonesia.
Mereka menawarkan skema bansos yang lebih akurat dan efisien dengan menggunakan satu kartu saja: KTP Sakti.
Ganjar membantah isu hoaks yang menyebarkan bahwa paslon nomor 3 akan menghapus bansos jika menang di Pilpres 2024. Sebaliknya, Ganjar-Mahfud malah akan menaikkan jumlah bansos dan memudahkan masyarakat untuk mengaksesnya dengan KTP Sakti.
“Masyarakat harus tahu bahwa bansos adalah hak mereka, yang perlu diperbaiki adalah cara penyalurannya, agar nantinya tidak akan repot lagi. Cukup dengan KTP Sakti, nantinya kita bisa mengurus semua program dengan gampang dan akurat,” ucapnya.
Menurutnya, semua program pemerintah untuk masyarakat miskin yang ada saat ini, mulai dari Kartu Keluarga Sejahtera, Kartu Program Keluarga Harapan, Kartu Sembako Murah, Kartu Indonesia Sehat, Kartu Indonesia Pintar, Kartu Indonesia Pintar Kuliah, Kartu Prakerja dan Kartu Beras Sejahtera, nanti akan disederhanakan.
“Ndak perlu simpan banyak-banyak kartu dari program-program itu lagi. Dengan begitu, ndak akan ada lagi kasus saudara kita ndak dapat bantuan, karena kartunya ilang atau rusak. Lalu bagaimana dengan saudara kita yang masih banyak ndak terdaftar dan ndak dapat?” tanyanya.
“Ndak perlu khawatir, karena KTP itu akan mengacu pada data pusat yang valid, yaitu Satu Data Indonesia. Jadi, nantinya, semua yang berhak mendapat bansos pasti akan dapat haknya. Karena ‘keajaiban’ dari KTP yang kita sebut KTP Sakti,” tambah Ganjar, menjelaskan.
Program Bansos memang sejak awal dijalankan berdasarkan UU No 14 tahun 2019 tentang Kesejahteraan Sosial. Sementara pelaksanaannya mengikuti UU 13/2011 tentang Penanggulangan Kemiskinan. Artinya, bansos adalah program negara dan dari anggaran negara. Bukan program pejabat A atau pejabat B.
Peneliti Center of Youth and Population Research (CYPR), Boedi Reza mengungkapkan bahwa program Bantuan Sosial dan KTP Sakti yang ditawarkan paslon nomor 3 Ganjar-Mahfud itu memberikan dampak positif untuk kesejahteraan rakyat. Menurutnya, program itu juga dapat mempermudah penyaluran Bansos agar tepat sasaran.
“Peningkatan program bansos tentunya sangat baik untuk menopang masyarakat, terutama yang ekonominya menurun akibat pandemi Covid-19,” kata Boedi.
Ia juga menambahkan melalui program KTP Sakti, penyaluran semua program bansos tidak akan memerlukan banyak kartu lagi. Nantinya melalui KTP Sakti semua data penerima bansos sudah terintegrasi secara otomatis. Sehingga, tentu ini akan memudahkan masyarakat untuk mendapatkan haknya.
“Penggunaan NIK sebagai alat untuk mengenali penerima sekaligus mengintegrasikan bansos merupakan langkah maju dan menunjukkan bahwa Ganjar Pranowo adalah orang yang sangat progresif dan visioner,” ujarnya.(ted)


as a preferred source on Google




