Jakarta (beritajatim.id) – Kementerian Pertahanan Republik Indonesia menandatangani kerja sama strategis dengan Republikorp Indonesia untuk pengadaan Rudal Permukaan ke Permukaan Çakir dan Rudal Pertahanan Udara Sungur.
Penandatanganan kontrak ini dilakukan oleh Kepala Badan Sarana Pertahanan, Marsdya TNI Yusuf Jauhari, dan Founder Republikorp, Norman Joesoef, dengan disaksikan oleh Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan Secretary of Turkish Defence Industries, Haluk Görgün.
Kerja sama ini menjadi langkah krusial dalam upaya membangun industri pertahanan nasional yang mandiri, sekaligus memperkuat posisi Indonesia di kancah industri pertahanan global. Selain itu, Republikorp Indonesia juga menandatangani kerangka kerja sama dengan ASELSAN dan ROKETSAN, yang mencakup produksi Sistem Senjata Kendali Jarak Jauh (RCWS) dan pendirian fasilitas Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) untuk berbagai jenis rudal.
Norman Joesoef menyatakan, kerja sama ini tidak hanya akan meningkatkan kapabilitas pertahanan Indonesia, tetapi juga memungkinkan transfer teknologi penting dari Turki ke Indonesia, yang akan berdampak signifikan pada kemampuan militer nasional.
Republikorp memiliki rekam jejak yang solid dalam menjalin kemitraan strategis dengan berbagai perusahaan pertahanan global, termasuk LIG Nex1 dari Korea Selatan dan EVPU dari Slovakia. Dengan dukungan teknologi canggih dan diversifikasi kemampuan, Republikorp terus memperkuat pertahanan Indonesia.
Selain itu, Republikorp juga memperluas jangkauan kerjasamanya di Italia, termasuk dengan Drass Galeazzi S.R.L. untuk pengembangan kapal selam mini dan autonomous, serta Fiocchi Munizioni S.p.A. dalam produksi amunisi. Langkah-langkah ini diambil untuk mengurangi ketergantungan pada negara lain, menghindari risiko embargo, dan memastikan kontrol penuh atas teknologi pertahanan Indonesia.
Republikorp juga memulai pembangunan fasilitas manufaktur industri pertahanan di Subang, yang akan menjadi pusat inovasi dalam pengembangan senjata, amunisi, dan kendaraan taktis listrik modern, sesuai kebutuhan TNI masa depan.
Dengan investasi yang terus meningkat dan kemitraan strategis yang kuat, Indonesia semakin dekat untuk mencapai kemandirian dan ketangguhan dalam pertahanan nasional. (hdl)







