London (beritajatim.id) – Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati, menekankan pentingnya kolaborasi internasional dalam memperkuat sistem informasi dan peringatan dini cuaca demi keselamatan aktivitas maritim di Indonesia. Hal ini disampaikannya pada 2nd WMO – IMO Symposium on Extreme Maritime Weather di London, Inggris.
Dikutip dari keterangan tertulis, Sabtu (28/9/2024), Indonesia, sebagai negara kepulauan terbesar dengan 17.504 pulau dan garis pantai sepanjang 108 ribu kilometer, menghadapi tantangan cuaca maritim yang dinamis.
Kondisi ini menuntut adanya sistem informasi cuaca yang terintegrasi untuk memastikan keselamatan pelayaran, terutama bagi nelayan dan aktivitas ekonomi di laut.
“Cuaca maritim yang dinamis di Indonesia memerlukan sistem informasi cuaca yang mampu memberikan prakiraan dan peringatan dini yang akurat serta tepat waktu,” ujar Dwikorita.
BMKG telah mengembangkan Indonesian Marine Weather Information and Early Warning System (INA-WIS), yang memberikan prakiraan cuaca hingga 10 hari ke depan dan diperbarui setiap tiga jam.
Meski begitu, BMKG menghadapi tantangan dalam menyederhanakan penyampaian informasi cuaca teknis agar lebih mudah dipahami oleh masyarakat nelayan dan pengguna lainnya.
“Kami memiliki tantangan dalam menyampaikan informasi teknis seperti grafik dan peta cuaca yang sering sulit dipahami nelayan. Oleh karena itu, sejak 2016 BMKG menjalankan program pengembangan kapasitas pengguna untuk membantu mereka memahami informasi cuaca dengan lebih baik,” tambahnya.
Selain itu, BMKG juga berupaya meningkatkan jumlah pengamatan cuaca maritim yang masih terbatas. Sejak 2021, Indonesia telah menginvestasikan 150 juta dolar AS untuk modernisasi infrastruktur pengamatan dan pemrosesan data cuaca maritim.
Dwikorita juga menegaskan pentingnya kerjasama internasional untuk meningkatkan akurasi prediksi cuaca maritim. Melalui kolaborasi dengan negara lain dan organisasi internasional seperti WMO dan IMO, BMKG berharap dapat memperluas cakupan pengamatan cuaca dan berbagi teknologi untuk mendeteksi perubahan cuaca ekstrem dengan lebih baik.
“Kami mengundang negara-negara tetangga untuk memperkuat sinergi dalam pengamatan dan penyebaran informasi cuaca maritim demi keselamatan bersama,” pungkas Dwikorita.
Dengan kolaborasi ini, diharapkan keselamatan maritim Indonesia akan semakin meningkat, sekaligus mengurangi risiko bencana terkait cuaca di wilayah perairan. (hdl)


as a preferred source on Google




