Close Menu
beritajatim.idberitajatim.id
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Oil&Gas
  • Sport
  • Entertainment
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Ragam
    • Komunitas
  • Seni&Budaya
  • Network
  • Indeks
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
beritajatim.idberitajatim.id
Web Utama
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Oil&Gas
  • Sport
  • Entertainment
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Ragam
    • Komunitas
  • Seni&Budaya
  • Network
  • Indeks
beritajatim.idberitajatim.id
Home»Ekonomi»Diskusi Universitas Paramadina: BRICS atau OECD, Mana yang Tepat bagi Indonesia?

Diskusi Universitas Paramadina: BRICS atau OECD, Mana yang Tepat bagi Indonesia?

Hendro D. LaksonoHendro D. Laksono Ekonomi 1 November 2024
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Rektor Universitas Paramadina, Prof. Didik J. Rachbini
Rektor Universitas Paramadina, Prof. Didik J. Rachbini

Jakarta (beritajatim.id) – Universitas Paramadina melalui Paramadina Public Policy Institute (PPPI) dan Paramadina Graduate School of Diplomacy (PGSD) menggelar diskusi bertajuk BRICS vs OECD: Indonesia Pilih yang Mana?.

Diskusi ini membahas posisi strategis Indonesia dalam dinamika ekonomi global terkait opsi bergabung dengan kelompok BRICS (Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan) atau OECD (Organisasi untuk Kerjasama dan Pembangunan Ekonomi).

Rektor Universitas Paramadina, Prof. Didik J. Rachbini, menjelaskan bahwa BRICS telah muncul sebagai kekuatan ekonomi baru yang bersaing dengan dominasi Amerika Serikat dan Eropa.

“Rusia dan China, sebagai anggota BRICS, telah menegaskan bahwa BRICS kini memiliki pasar yang lebih besar dibandingkan OECD, dengan populasi besar dan ekonomi yang terus berkembang,” ujar Prof. Didik.

Sementara itu, ekonom senior Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin, MPP., menyoroti potensi dan tantangan BRICS bagi Indonesia. Menurutnya, BRICS membuka peluang besar bagi ekspor dan stabilitas mata uang, namun ketergantungan ekonomi terhadap China dapat menjadi risiko yang perlu diperhitungkan.

Dalam paparan lainnya, Wijayanto juga menyebutkan ketertarikan 34 negara, termasuk Arab Saudi, untuk bergabung dengan BRICS.

“Meskipun ekonomi global masih didominasi dolar AS, BRICS dapat memperkuat ekonomi anggota melalui stabilitas mata uang lokal dan peningkatan investasi langsung asing (FDI),” ungkapnya.

Indonesia di Persimpangan Ekonomi Global

Indonesia kini berada pada pilihan strategis, yakni bergabung dengan BRICS, OECD, atau bahkan keduanya. Ahmad Khoirul Umam, Ph.D., Direktur PPPI dan Ketua Program Studi PGSD Universitas Paramadina, menegaskan bahwa inklusivitas dan diplomasi ekonomi Indonesia sangat penting.

Baca Juga:  GPM di Kota Mojokerto Terbukti Efektif, Kebutuhan Pangan Warga Tercukupi

“Indonesia harus memperkuat posisinya di antara BRICS atau OECD demi mencapai kesejahteraan dan stabilitas ekonomi,” ujarnya, mengutip Menteri Luar Negeri.

Menurut Umam, bergabungnya Indonesia ke dalam BRICS berpotensi memperkuat ekonomi melalui kolaborasi dengan negara anggota lainnya.

Namun, ia juga mengingatkan tentang risiko ketegangan dengan negara-negara Barat, terutama terkait ketergantungan yang lebih besar kepada China, yang merupakan kekuatan dominan di BRICS.

Dosen Universitas Paramadina, Fajar Anandi, juga menekankan pentingnya kebijakan luar negeri yang fleksibel dan pragmatis.

“Indonesia harus meningkatkan kapasitas diplomatik, mempertahankan kepemimpinan regional, dan memastikan akses sumber daya. Penting bagi Indonesia untuk tetap independen dalam menentukan arah kebijakan luar negeri yang berkesinambungan,” tegasnya.

Diskusi ini menjadi ajang pertukaran pandangan strategis bagi Indonesia untuk menentukan langkah terbaik dalam percaturan ekonomi internasional. Bergabung dengan BRICS atau OECD, masing-masing memiliki keuntungan dan tantangan yang perlu dipertimbangkan untuk memperkuat posisi Indonesia di kancah global. (hdl)

Add beritajatim.id as a preferred source on Google+
Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Berita
Universitas Paramadina
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Berita Lainnya

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp8.000, Buyback Melesat Rp16.000

18 Juli 2026 Ekonomi
Pasar Tembok Dukuh Surabaya

Pemkot Surabaya Siapkan 2.700 Stan Gratis bagi Pedagang Pasar Tumpah dan PKL, Relokasi Tanpa Biaya Sewa

12 Juli 2026 Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini 6 Juli 2026 Stagnan

6 Juli 2026 Ekonomi
Gubernur Khofifah menggelar Pasar Murah ke-81 di Pasuruan untuk menjaga inflasi, memperkuat daya beli, membantu warga rentan, dan mendukung UMKM.

Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah ke-81 di Pasuruan, Perkuat Pengendalian Inflasi dan Dorong UMKM Lokal

6 Juli 2026 Ekonomi
Gubernur Khofifah menggelar Pasar Murah di Banyuwangi untuk mengendalikan inflasi, menjaga daya beli masyarakat, dan mendukung pelaku UMKM.

Gubernur Khofifah Perluas Pasar Murah hingga Banyuwangi, Perkuat Pengendalian Inflasi dan Jaga Daya Beli Masyarakat

4 Juli 2026 Ekonomi
Ilustrasi emas batangan (foto: Jingming Pan/unsplash)

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp11.000 per Gram, Simak Daftar Lengkap Pecahan Terbaru

3 Juli 2026 Ekonomi
Leave A Reply Cancel Reply

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp8.000, Buyback Melesat Rp16.000

18 Juli 2026
Berita Terbaru

Tiket Timnas Indonesia vs Kamboja dan Vietnam di Piala AFF 2026 Resmi Dijual, Cek Harga dan Cara Belinya

18 Juli 2026
Universitas Paramadina,diskursus publik,pemeringkatan universitas,kebijakan publik

Universitas Paramadina Masuk Jajaran Kampus Paling Aktif dalam Diskursus Publik Berdasarkan Analisis AI

17 Juli 2026

Ide Bekal Anak Bukan Sekadar Makanan, Ini Cara agar Si Kecil Lahap Menyantapnya

17 Juli 2026

Jangan Dianggap Sepele, Toxic Relationship Bisa Berdampak pada Kesehatan Fisik

17 Juli 2026
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko

Polri Gandeng UPH dan Komdigi Edukasi Mahasiswa Cegah Judi Online Lewat Program Polri Goes to Campus

16 Juli 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
  • Tentang
  • Network
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© 2026 beritajatim.ID | portal berita jawa timur

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.