Tangerang (beritajatim.id) – Prestasi membanggakan kembali diraih siswa-siswi Indonesia di penghujung tahun 2024. Enam pelajar jenjang SMP sukses membawa pulang dua medali perak dan empat medali perunggu dari ajang bergengsi International Junior Science Olympiad (IJSO) ke-21 yang berlangsung di Bucharest, Romania, pada 2–12 Desember 2024.
Dua medali perak diraih oleh Kayser Hwang (SMP Darma Yudha Pekanbaru) dan Irsy Alvaro Rhein (SMPS Mentari Intercultural School Bintaro, Tangerang Selatan). Sementara empat medali perunggu disumbangkan oleh Raphael Kamil Edward (SMPN 193 Jakarta), Hanin Khairunnisa Fauzan (SMP Islam Terpadu Raudhatul Jannah Cilegon), Jayvin Stanley Chen (SMP Mahabodhi Vidya Jakarta), dan Nadira Mayumi Assyakirah (SMP Al Azhar Mandiri Palu).
Kepala Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), Maria Veronica Irene Herdjiono, memberikan penghargaan kepada para siswa saat penyambutan di Bandara Soekarno-Hatta, Jumat petang (13/12).
“Apresiasi setinggi-tingginya kepada adik-adik semua yang telah meraih medali, serta kepada pembina yang telah mendampingi mereka. Prestasi ini menunjukkan bahwa kita memiliki talenta muda di bidang sains yang perlu terus didukung,” ujar Irene.
Ia juga mendorong para siswa untuk melanjutkan prestasi mereka di ajang lain seperti Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat SMA.
Sebelum bertanding, peserta menjalani pembinaan intensif dalam tiga tahap sejak September hingga November 2024. Selama IJSO, para siswa harus menyesuaikan diri dengan suhu dingin rata-rata 2 derajat Celsius di Romania.
IJSO melibatkan 304 peserta dari 54 negara, menguji kemampuan Biologi, Fisika, dan Kimia melalui tiga jenis tes:
- Tes tertulis (30 persen nilai) – Berupa soal pilihan ganda (MCQ) dari ketiga bidang sains.
- Tes teori (30 persen nilai) – Berisi soal cerita dan esai singkat terkait teori sains.
- Tes eksperimen (40 persen nilai) – Praktikum kelompok di tiga bidang sains selama 3–4 jam.
Salah satu pembina, Budhy Kurniawan dari Universitas Indonesia, menyebutkan bahwa prestasi Indonesia di IJSO 2024 meningkat dibanding tahun sebelumnya.
“Capaian ini luar biasa, mengingat kondisi di sana cukup menantang. Anak-anak harus beradaptasi dengan suhu dingin, namun mereka berhasil tampil fokus dan maksimal,” jelas Budhy.
Kayser Hwang, peraih medali perak, merasa bangga atas pencapaiannya. “Meskipun suhu di Romania sangat dingin dan sempat membuat saya kurang fit, saya tetap fokus dan bersyukur bisa meraih medali perak,” ungkapnya. Kayser bercita-cita melanjutkan prestasi di OSN SMA bidang Fisika.
Sementara itu, Nadira Mayumi Assyakirah, peraih medali perunggu, mengaku tantangan terbesar adalah menghadapi soal teori. “Sebagai tipe penghapal, saya harus menyesuaikan diri. Alhamdulillah saya bisa menyelesaikan soal dan meraih medali perunggu,” katanya.
Dukungan Berkelanjutan
Prestasi siswa Indonesia di IJSO menunjukkan potensi besar dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Diharapkan, keberhasilan ini akan mendorong lebih banyak talenta muda untuk berkompetisi di tingkat internasional dan mengharumkan nama bangsa. (hdl)


as a preferred source on Google




