Surabaya (beritajatim.id) – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menorehkan prestasi dengan meraih dua penghargaan bergengsi di bidang perbendaharaan dan keuangan dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI melalui Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Surabaya I.
Pencapaian ini membuktikan komitmen ITS dalam mengelola keuangan secara transparan dan akuntabel.
ITS berhasil meraih peringkat pertama dalam dua kategori penghargaan. Pertama, sebagai Satuan Kerja dengan Kinerja Terbaik dalam Penyelesaian Rekonsiliasi Laporan Keuangan Tingkat Unit Akuntansi Kuasa Pengguna Anggaran (UAKPA) Periode 2024.
Kedua, sebagai Satuan Kerja Terbaik atas Capaian Nilai Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran Semester II Tahun 2024 dalam kategori Satker PTN BH/BLU.
Kepala Biro Keuangan ITS, Diana Ekawati ST CMA, menyampaikan bahwa penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi dari Kemenkeu untuk mendorong satuan kerja, termasuk institusi pendidikan, agar semakin optimal dalam pengelolaan anggaran.
“Pencapaian ini menjadi sarana evaluasi dan transparansi bagi satuan kerja pengelola anggaran,” ujarnya di Surabaya, Selasa (4/2/2025).
Diana menjelaskan, pada penghargaan pertama, ITS unggul dalam rekonsiliasi laporan anggaran internal.
Rekonsiliasi ini merupakan proses penyelarasan laporan anggaran institusi dengan sumber dokumen KPPN Surabaya I yang dilakukan setiap bulan dengan memenuhi sepuluh syarat dokumen keuangan.
Sementara itu, penghargaan kedua diberikan berdasarkan evaluasi kualitas kinerja pelaksanaan anggaran yang mencakup empat parameter utama, yaitu perencanaan, efektivitas pelaksanaan anggaran, efisiensi pelaksanaan anggaran, serta kepatuhan terhadap regulasi.
“Penilaian dilakukan berdasarkan indikator kinerja yang telah ditetapkan,” tambah Diana.
Indikator yang dinilai mencakup revisi Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA), deviasi perubahan, penyerapan anggaran, daftar kontrak belanja, serta pemenuhan tagihan.
Aspek lainnya meliputi pengelolaan uang persediaan, dispensasi Surat Perintah Membayar (SPM), dan capaian anggaran.
Diana mengungkapkan bahwa penilaian tersebut diolah menjadi dua nilai pendukung, yakni Evaluasi Kinerja Anggaran dari Aplikasi Sistem Monitoring dan Analisis Terpadu (SMART) dengan bobot 60 persen dan Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran dari Online Monitoring
Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara (OM-SPAN) dengan bobot 40 persen. Kedua nilai ini kemudian menghasilkan Nilai Kinerja Anggaran final.
Menurut Diana, keberhasilan ini menjadi langkah solutif bagi ITS untuk meningkatkan kinerja pengelolaan anggaran serta memastikan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.
“Semoga budaya kepatuhan ini menjadi siklus kerja yang baik bagi ITS dalam mengelola keuangan dengan transparan,” harapnya.
Pencapaian ITS ini juga selaras dengan program Sustainable Development Goals (SDGs) 8, yaitu pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi.
Kepatuhan ITS terhadap regulasi menciptakan lingkungan kerja yang baik bagi pegawai dan institusi, sekaligus menjadi bukti keterbukaan informasi kepada masyarakat. (hdl)







