Makassar (beritajatim.id) – Dua bocah korban penganiayaan di Makassar, IS (8) dan SF (9), masih menjalani perawatan medis intensif di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara. Kapolda Sulawesi Selatan, Irjen Pol Yudhiawan, mengunjungi langsung keduanya pada Senin (10/2) untuk memastikan kondisi mereka yang kini berangsur membaik.
Dalam kunjungannya, Kapolda didampingi oleh Kapolres Pelabuhan Makassar, AKBP Restu Wijayanto. Ia menyatakan bahwa pihak rumah sakit terus memberikan perawatan terbaik, termasuk asupan gizi yang cukup dan dukungan psikologis bagi kedua anak tersebut.
“Kedua bocah dalam kondisi baik dan terus mendapat perawatan dari dokter. Kami juga memberikan perhatian khusus untuk pemulihan psikologis mereka,” ujar Kapolda Yudhiawan.
Selain perawatan medis, tim trauma healing juga diterjunkan untuk membantu pemulihan mental korban. Menurut Kapolda, kesehatan fisik dan mental keduanya menjadi prioritas utama dalam proses pemulihan.
Kronologi Penganiayaan
IS dan SF menjadi korban kekerasan yang diduga dilakukan oleh ayah kandung mereka, AY (37), serta ibu tiri mereka, NI (28). Insiden tragis ini terjadi di rumah kontrakan keluarga di Jalan Flores, Kecamatan Wajo, Kota Makassar. Kedua bocah tersebut bahkan sempat disekap di dalam toilet sebelum akhirnya diselamatkan.
Saat ini, pihak kepolisian terus mengawal kasus ini agar para pelaku mendapatkan hukuman setimpal. Sementara itu, kondisi IS dan SF tetap menjadi perhatian utama pihak kepolisian dan tenaga medis, dengan harapan mereka dapat segera pulih baik secara fisik maupun psikologis. (hdl)


as a preferred source on Google




