Jakarta (beritajatim.id) – Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri, Komjen Dedi Prasetyo, menginstruksikan Staf Sumber Daya Manusia (SSDM) Polri untuk terus menyosialisasikan bahwa seleksi masuk anggota Polri tidak dipungut biaya.
Langkah ini bertujuan agar masyarakat, khususnya peserta seleksi dan orang tua, tidak menjadi korban penipuan yang mengatasnamakan proses rekrutmen Polri.
“Tolong sampaikan kepada masyarakat, masuk polisi gratis. Jika masih ada yang dibujuk atau dirayu untuk membayar, segera ingatkan bahwa itu penipuan,” tegas Komjen Dedi dalam keterangan tertulis Itwasum Polri.
Seleksi Polri Harus Bersih dan Transparan
Komjen Dedi juga menekankan bahwa SSDM Polri, selaku panitia seleksi, tidak boleh berdiam diri terhadap anggapan bahwa masuk Polri harus membayar. Menurutnya, proses seleksi harus bersih, transparan, dan berlandaskan kualitas calon anggota, bukan faktor lain seperti pungutan liar.
“Harus jelas bagi masyarakat bahwa masuk polisi itu gratis. Proses rekrutmen harus bersih. Sampaikan berulang kali agar masyarakat benar-benar memahami,” ujar Dedi.
Untuk meningkatkan transparansi, Komjen Dedi memerintahkan Panitia Penerimaan Terpadu Polri Tahun Anggaran 2025 agar membuka saluran komunikasi seluas-luasnya bagi masyarakat. Laporan dan keluhan terkait seleksi dapat disampaikan melalui hotline dan sistem whistleblower yang disediakan.
“Ruang komunikasi publik harus dibuka, sehingga setiap laporan atau keluhan dapat segera ditindaklanjuti demi rekrutmen yang lebih baik,” tambahnya.
Melalui imbauan ini, Polri berharap masyarakat semakin waspada terhadap modus penipuan seleksi Polri berbayar. Semua pihak diharapkan berperan aktif dalam menyebarkan informasi ini agar tidak ada lagi korban penipuan dalam proses rekrutmen anggota kepolisian. (hdl)


as a preferred source on Google




