Jakarta (beritajatim.id) – Komisi XII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) memberikan dukungan penuh kepada Holding BUMN Industri Pertambangan Indonesia, MIND ID, untuk memperkuat ekosistem industri baterai kendaraan listrik di Tanah Air. Dukungan ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen menuju visi Indonesia Emas 2045.
Bambang Patijaya, Ketua Komisi XII DPR RI, menyatakan bahwa MIND ID melalui PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM), PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum), dan Indonesia Battery Corporation (IBC) telah menjalankan program hilirisasi mineral dengan baik. Program ini sejalan dengan Asta Cita kelima Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, yang menekankan pentingnya melanjutkan hilirisasi dan industrialisasi.
“Program hilirisasi dan industrialisasi akan memberikan efek berlipat ganda, seperti meningkatkan nilai tambah bahan baku, menarik investasi asing, menghasilkan devisa ekspor, menyerap tenaga kerja, dan mendorong pertumbuhan ekonomi minimal 8 persen,” ujar Bambang dalam rapat dengar pendapat.
Bambang juga mendorong IBC dan mitra strategisnya untuk tetap berkomitmen membangun pabrik battery cells yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. Hal ini diharapkan dapat memastikan setiap tahapan program terlaksana dengan baik dan memberikan keuntungan bagi negara.
Peran Strategis MIND ID dalam Pengembangan Baterai Kendaraan Listrik
Direktur Utama IBC, Toto Nugroho, menegaskan bahwa peran BUMN, khususnya Grup MIND ID, sangat krusial dalam mendukung hilirisasi mineral untuk ekosistem kendaraan listrik. Dengan program yang dijalankan, IBC optimis dapat menjadi perusahaan kelas dunia dalam ekosistem kendaraan listrik (electric vehicle/EV) secara end-to-end.
“Sekitar 50 persen bahan baku baterai kendaraan listrik dunia berasal dari Indonesia, dan sebagian besar dikelola oleh Grup MIND ID. Kami memiliki semua sumber daya alam, mulai dari nikel, kobalt, timah, batu bara, tembaga, emas, hingga bauksit, yang semuanya berada di bawah Grup MIND ID. Indonesia sangat berpotensi menjadi production hub baterai kendaraan listrik,” jelas Toto.
Investasi Rp20,6 Triliun untuk Proyek Strategis
Grup MIND ID telah menyiapkan alokasi investasi sebesar Rp20,6 triliun untuk lima proyek strategis. Salah satu proyek prioritas adalah pengembangan nikel di Halmahera Timur, yang mencakup pembangunan smelter Rotary Kiln-Electric Furnace (RKEF) dan fasilitas High-Pressure Acid Leach (HPAL) untuk bahan baku baterai kendaraan listrik.
Dengan dukungan penuh dari DPR RI dan komitmen kuat dari MIND ID, Indonesia berpotensi menjadi pemain utama dalam industri baterai kendaraan listrik global. Langkah ini tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia sebagai produsen energi terbarukan yang berkelanjutan. (hdl)


as a preferred source on Google




