Gresik (beritajatim.id) – Palang Merah Indonesia (PMI) Gresik mengadakan Musyawarah Kerja Forum Remaja Palang Merah Indonesia (FORPIS) guna meningkatkan pemahaman serta wawasan kepalangmerahan bagi para anggota.
Selain itu, forum ini berperan dalam penyusunan dan evaluasi program kerja hingga menghasilkan rekomendasi untuk pengembangan unit Palang Merah Remaja (PMR) di Kabupaten Gresik.
Semangat dan Antusiasme Anggota FORPIS
Kegiatan ini diikuti oleh 18 peserta dan mendapat apresiasi dari Kepala Markas PMI Gresik, Jauhatotun Nazilah. Ia mengapresiasi semangat serta antusiasme anggota FORPIS dalam berdiskusi dan menyusun strategi untuk kemajuan PMR.
“Saya berharap kegiatan ini menjadi wadah bagi anggota PMR untuk bertukar pikiran dan memajukan PMR di Kabupaten Gresik. Dengan semangat kebersamaan, PMR di semua tingkatan bisa terus berkembang dan memberikan kontribusi nyata,” ujarnya.
Ketua FORPIS, Alif Fudhoil Ilmi, menambahkan bahwa dalam musyawarah ini, peserta membahas berbagai tantangan dalam menjalankan ekstrakurikuler PMR di sekolah masing-masing.
“Banyak yang belum mengetahui ketentuan keanggotaan dan penggunaan logo yang benar. Kami saling bertukar pengalaman dalam menjalankan ekstrakurikuler PMR di berbagai situasi,” jelasnya seperti dikutip dari laman PMI Jatim.
Ia berharap hasil musyawarah ini bisa menjadi acuan dan evaluasi terhadap permasalahan yang dihadapi PMR di sekolah.
Materi dan Rekomendasi untuk Pengembangan PMR
Selain diskusi, musyawarah ini juga dilengkapi dengan materi pembekalan yang mencakup beberapa aspek penting, seperti Manajemen PMR, Retensi anggota, Pengenalan Corporate Identity (CID) PMI, dan Penyusunan program kerja dan evaluasi.
Kegiatan ini juga membahas berbagai isu strategis serta menghasilkan rekomendasi untuk pengembangan unit PMR di Kabupaten Gresik.
Dengan adanya musyawarah ini, diharapkan PMR di sekolah-sekolah semakin kuat dan mampu memberikan kontribusi lebih besar dalam bidang kepalangmerahan. (hdl)


as a preferred source on Google




