Pasuruan (beritajatim.id) – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) melalui anak usahanya, PT Telkom Data Ekosistem (NeutraDC), menunjukkan komitmennya dalam mendukung pendidikan dengan memberikan bantuan teknologi kepada lembaga pendidikan nonformal (Pasraman) dan taman kanak-kanak di Desa Ngadiwono, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan.
Kegiatan bertajuk Pijar Teknologi untuk Pendidikan Anak-anak Suku Tengger ini dilaksanakan pada Rabu (19/3/2025).
Bantuan yang disalurkan berupa peralatan presentasi, seperti laptop, proyektor lengkap, dan printer, bertujuan untuk meningkatkan kualitas proses belajar mengajar bagi anak-anak Suku Tengger di kawasan Gunung Bromo.
Dukungan Teknologi untuk Pendidikan di Pedesaan
CEO NeutraDC, Andreuw Th.A.F, menekankan pentingnya akses teknologi bagi anak-anak di daerah terpencil.
“Kami ingin memberikan peralatan multimedia agar proses belajar mengajar dan penyampaian informasi menjadi lebih baik. Guru-guru dapat lebih mudah memperkenalkan ilmu pengetahuan dengan metode yang lebih canggih, sehingga anak-anak lebih semangat dalam belajar,” ujar Andreuw.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian perayaan ulang tahun ketiga NeutraDC yang berlangsung pada Maret 2025. Melalui program Two Hands Hub, NeutraDC berkomitmen untuk mendorong pemerataan pertumbuhan teknologi hingga ke daerah-daerah terpencil.
“Kami percaya bahwa teknologi harus dapat diakses oleh semua lapisan masyarakat, termasuk komunitas di pedesaan. Dengan dukungan teknologi, kami berharap dapat memberdayakan masyarakat lokal untuk berkembang di era digital,” tambah Andreuw.
Tantangan Pendidikan di Pasraman
Pasraman, sebagai lembaga pendidikan nonformal yang mengajarkan agama Hindu, selama ini menghadapi keterbatasan fasilitas. Nita Agustina, salah satu guru di Pasraman, mengungkapkan bahwa mereka hanya memiliki satu ruangan yang digunakan bergantian oleh siswa TK, PAUD, dan SD kelas 1 hingga 6.
“Selama ini kami mengabdi tanpa pamrih dan tanpa dukungan pembiayaan. Dengan bantuan teknologi ini, kami berharap dapat memberikan pembelajaran yang lebih baik dan menarik bagi anak-anak,” ujar Nita.
Riska Kartika Sari, salah satu siswa di Pasraman, menyampaikan antusiasmenya terhadap bantuan teknologi ini. “Dengan adanya peralatan ini, kami bisa belajar sambil menonton video tentang berbakti kepada orang tua dan Sang Hyang Widi. Jadi, kami bisa melihat dan mempraktikkan langsung,” kata Riska.
Program Two Hands Hub
Program Two Hands Hub merupakan inisiatif NeutraDC dalam mendukung komunitas lokal melalui teknologi. Sebelumnya, program ini telah memberikan pelatihan teknologi AI kepada UMKM di Mandalika dan Bali, membantu mereka meningkatkan daya saing di era digital.
Dengan dukungan teknologi ini, NeutraDC berharap dapat memberikan dampak positif bagi pendidikan anak-anak Suku Tengger di kawasan Bromo. Selain itu, program ini juga diharapkan dapat mendorong pemerataan akses teknologi di seluruh Indonesia, khususnya di daerah-daerah terpencil.
“Kami berkomitmen untuk terus mendukung pendidikan dan pemberdayaan masyarakat melalui teknologi, karena kami yakin bahwa teknologi adalah kunci untuk membuka peluang dan masa depan yang lebih baik,” tutup Andreuw. (adi)







