Osaka (beritajatim.id) – Paviliun Singapura yang dikenal dengan nama Dream Sphere mencetak tonggak bersejarah dengan menyambut pengunjung ke satu juta di pertengahan penyelenggaraan World Expo 2025 Osaka. Capaian ini menegaskan daya tarik Singapura di kancah global, baik dalam hal inovasi, keberlanjutan, maupun kolaborasi internasional.
Duta Besar Singapura untuk Jepang sekaligus Komisaris Jenderal Paviliun Singapura, Yang Mulia Ong Eng Chuan, menyampaikan, “Mencapai satu juta pengunjung di tengah penyelenggaraan Expo menunjukkan keberhasilan luar biasa Singapura dalam merancang Paviliun yang inspiratif – sebuah pencapaian yang membanggakan. Respons positif ini mencerminkan eratnya hubungan antara Singapura dan Jepang serta minat dunia terhadap visi masa depan Singapura.”
Antusiasme Pengunjung dan Pengalaman Unik
Pengalaman pengunjung menjadi faktor penting dalam keberhasilan ini. Salah satunya adalah Yabune Nao, pekerja kantoran yang mengunjungi Paviliun bersama ibunya.
“Saya datang dua kali, dan dua-duanya mengesankan. Desain bangunannya sangat menonjol, dan pameran di dalamnya, terutama seni gunting kertas, memberikan efek menenangkan bagi anak-anak maupun orang dewasa. Area untuk menulis mimpi sangat menyentuh hati,” ujarnya.
Simpul Diplomasi dan Budaya
Sejak pembukaan, Paviliun Singapura telah menjadi pusat diplomasi dan pertukaran budaya. Salah satu momen bersejarah adalah kunjungan Kerajaan oleh Yang Mulia Putri Aiko, putri dari Kaisar Naruhito dan Permaisuri Masako, yang mempererat hubungan bilateral Singapura–Jepang.
Berbagai seniman Singapura juga turut tampil di panggung internasional, termasuk Readeafination (grup tari tunarungu), The Island Voices, Shazza, dan Shruti. Selain itu, HeritageSG menghadirkan warisan budaya takbenda melalui demo interaktif dari para pelaku budaya.
Sesi Fireside Chat yang diinisiasi SG Enable membuka diskusi tentang inklusi sosial dan memperkuat jaringan lintas negara.
Kolaborasi Bisnis dan Pendidikan
Paviliun juga menjadi ajang strategis untuk kerja sama ekonomi. Lewat kegiatan yang difasilitasi lembaga-lembaga seperti Enterprise Singapore, Singapore Economic Development Board (EDB), dan Singapore Exhibition and Convention Bureau (SECB), berbagai perusahaan menjajaki peluang investasi dan perdagangan baru.
Puncaknya adalah penandatanganan nota kerja sama selama tiga tahun antara SECB dan Japan External Trade Organisation (JETRO) Singapura.
Dari sisi pendidikan, perguruan tinggi seperti Nanyang Technological University (NTU) dan Singapore University of Technology and Design (SUTD) ikut berbagi wawasan seputar inovasi dan kerja sama teknologi dengan mitra Jepang.
Rangkaian Aktivitas Harian dan Program Khusus
Dream Sphere menawarkan pengalaman harian yang imersif:
- Pertemuan Interaktif: Meet & Greet bersama maskot Merli
- Spektakuler Malam Hari: Magic Hour dengan instalasi cahaya, seni, dan musik di Dream Forest
- Pameran Seni: Instalasi multimedia oleh seniman Singapura yang menampilkan inovasi dan imajinasi kolektif
- Keterlibatan Pengunjung: Dream Repository, tempat pengunjung menuliskan aspirasi mereka
- Pengalaman Ritel: Dream Boutique dengan koleksi produk dari merek dan desainer Singapura
- Cita Rasa Lokal: Shiok! Café yang menyajikan kuliner khas Singapura
Agenda Mendatang
Menjelang peringatan Hari Nasional Singapura, berbagai penampilan akan digelar oleh artis seperti Orkestra Melayu Singapura, yIN Harmony, 53A, dan Shye.
Paviliun Singapura di Expo 2025 Osaka terbuka setiap hari dari pukul 09.00 hingga 22.00 waktu setempat, dan akan terus menyambut pengunjung hingga hari penutupan Expo pada 13 Oktober 2025. (dya/ted)


as a preferred source on Google




