Mandalika (beritajatim.id) — Sosok inspiratif kembali lahir di panggung Festival Olahraga Masyarakat Nasional (Fornas) 2025. Adalah Muhsan, atlet Persatuan Binaraga dan Fisik (Perbafi) Jawa Timur, yang sukses mempersembahkan medali emas dalam kategori Physical Challenge (Disabilitas), pada ajang bergengsi yang berlangsung di Radja Kuta Mandalika Hotel, Nusa Tenggara Barat, Minggu (27/7/2025).
Dalam pertandingan yang sarat semangat inklusivitas tersebut, Muhsan menunjukkan performa luar biasa meski harus bersaing ketat dengan atlet dari tuan rumah NTB yang meraih medali perak, serta wakil dari DKI Jakarta yang menempati posisi ketiga dengan medali perunggu.
Keberhasilan Muhsan bukan sekadar kemenangan di arena, tetapi juga menjadi simbol perjuangan bahwa keterbatasan fisik bukanlah halangan untuk menorehkan prestasi.
“Saya ingin menunjukkan bahwa keterbatasan bukanlah halangan untuk berprestasi. Ini adalah awal dari mimpi yang lebih besar,” ujar Muhsan penuh semangat usai menerima medali.
Pihak Perbafi Jawa Timur turut mengapresiasi dan menyatakan kebanggaan atas capaian Muhsan. Mereka berharap prestasi ini menjadi sumber inspirasi bagi masyarakat, khususnya para penyandang disabilitas, untuk terus percaya diri dalam menapaki dunia olahraga.
Selain keberhasilan Muhsan, Induk Olahraga (Inorga) Perbafi Jatim juga mencatatkan hasil membanggakan lainnya dalam Fornas 2025. Hingga Senin (28/7), kontingen mereka telah mengoleksi 2 medali emas dan 1 perak.
Rincian perolehan medali Perbafi Jatim adalah sebagai berikut:
Medali emas:
- Muhsan (Physical Challenge/Disabilitas)
- Mohammad Anwar Aksa (Men Jeans Model U-20 Tahun)
Medali perak:
- Fransiska Dina Mariana (Women Fitness)
Fornas 2025 menjadi ajang penting yang tidak hanya menampilkan kompetisi, tetapi juga memperkuat makna olahraga sebagai perekat sosial yang melibatkan seluruh elemen masyarakat tanpa diskriminasi.
Ajang ini menegaskan bahwa olahraga bukan sekadar soal fisik dan kemenangan, tetapi juga tentang ketekunan, semangat, dan daya juang—nilai-nilai yang ditunjukkan oleh para atlet seperti Muhsan. (dya/ted)


as a preferred source on Google





1 Komentar
Apakah Muhsan memiliki pelatih khusus yang membantunya beradaptasi dengan kondisi disabilitas dalam latihan binaraga?