Madiun (beritajatim.id) – Polri memulai pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Lapak Kampir di Kelurahan Kanigoro, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun. Groundbreaking dilakukan Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri, Komjen Dedi Prasetyo, sebagai langkah mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi ribuan siswa sekolah.
SPPG Kanigoro ditargetkan melayani 4.103 siswa SD dan SMP penerima program MBG. Pembangunan fasilitas ini hasil kerja sama Polri dengan PT Arya Motor Indonesia, dengan nilai anggaran sekitar Rp 1,9 miliar. Proyek ditargetkan selesai dalam 45 hari dan mulai beroperasi pada Oktober 2025.
Turut hadir dalam acara tersebut jajaran Forkopimda Kota Madiun, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta para kepala sekolah dari wilayah setempat.
Pasok Bahan dari UMKM Lokal
Komjen Dedi Prasetyo menegaskan bahwa bahan makanan untuk SPPG akan dipasok dari pasar tradisional dan pelaku UMKM lokal. Langkah ini diharapkan mampu menggerakkan perekonomian daerah sekaligus memastikan ketersediaan bahan segar.
“Inilah ciri khas SPPG Polri: setiap makanan yang diproduksi harus melalui pengujian keamanan ketat untuk memastikan higienitas, mencegah keracunan, dan menjaga kandungan gizi aman bagi siswa,” ujar Dedi.
Standar keamanan pangan akan diawasi ketat melalui security food test yang dilakukan oleh Pusdokkes, Bidokkes Polda, dan Urkes Polres.
Bagian dari Program Nasional Polri
Inisiatif pembangunan SPPG di Madiun ini merupakan bagian dari program nasional Polri dalam mendukung ketahanan pangan dan kesehatan anak-anak sekolah. Sebelumnya, pada 6 Agustus 2025, Polri telah meresmikan 8 unit SPPG dan melakukan groundbreaking 205 unit baru secara serentak di seluruh Indonesia.
Dengan hadirnya SPPG di Madiun, diharapkan ribuan siswa penerima manfaat dapat menikmati makanan bergizi, aman, dan berkualitas tinggi setiap harinya. (tin/ted)


as a preferred source on Google




