Surabaya (beritajatim.id) – Pernah nggak kamu melihat video seseorang yang kamu kenal, tapi wajah dan suaranya terasa bukan dia atau pernah ditelepon keluarga yang minta transfer uang mendesak, padahal ternyata itu bukan orang yang sebenarnya.
Fenomena ini menjadi bagian dari era deepfake dan AI scam, di mana teknologi mampu meniru wajah, suara, bahkan gaya bicara seseorang dengan sangat meyakinkan. Masalahnya, data pribadi yang dulu dianggap hanya sebatas nama dan nomor HP, kini bisa menjadi pintu masuk ke jebakan digital yang merugikan.
Tips Melindungi Data Pribadi dari Deepfake dan AI Scam
1. Jangan Umbar Data Pribadi di Media Sosial
Informasi seperti tanggal lahir, nama ibu kandung, sekolah, atau nama hewan peliharaan sering dipakai sebagai verifikasi akun.
- Hindari ikut kuis online atau posting fun fact yang meminta data pribadi.
- Matikan fitur lokasi saat mengunggah konten, terutama yang memperlihatkan rumah atau rutinitas.
2. Waspada terhadap Video dan Suara Palsu
Deepfake bisa memalsukan wajah dan suara dengan kualitas tinggi.
- Selalu konfirmasi ulang lewat nomor resmi atau tatap muka sebelum menuruti permintaan mencurigakan.
- Jangan mudah percaya video viral tanpa sumber jelas, cek kebenarannya dulu.
3. Aktifkan Autentikasi Dua Faktor (2FA)
2FA memberi lapisan keamanan ekstra di akun penting seperti email, mobile banking, dan media sosial.
- Meskipun password bocor, peretas tetap butuh kode unik yang hanya kamu yang punya.
4. Rutin Bersih-Bersih Digital
Akun lama yang tak terpakai bisa jadi celah kebocoran data.
- Hapus akun yang tidak digunakan.
- Gunakan password berbeda di tiap akun, atau gunakan password manager.
5. Gunakan Aplikasi Resmi dan Update Berkala
Aplikasi palsu bisa mencuri data.
- Hanya unduh aplikasi dari Google Play Store atau App Store.
- Selalu update aplikasi dan sistem operasi untuk memperbaiki celah keamanan.
6. Jaga Jejak Wajah dan Suara di Internet
Rekaman suara dan wajah bisa dimanipulasi untuk penipuan atau konten ilegal.
- Batasi unggahan video dengan suara dan wajah jelas di akun publik.
- Jangan kirim rekaman sensitif ke pihak yang tidak terpercaya.
Teknologi deepfake dan AI scam memang semakin canggih, namun bukan berarti kita tidak bisa menghadapinya. Dengan kebiasaan digital yang sehat, verifikasi informasi, dan perlindungan data pribadi yang tepat, risiko menjadi korban penipuan online bisa diminimalisir. Ingat, di era digital, kewaspadaan adalah kunci. (aga)


as a preferred source on Google




