Jakarta (beritajatim.id) — Wakil Ketua (Waka) Komisi I DPR RI Sukamta menyatakan dukungan penuh terhadap arahan Presiden RI Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya penguatan pertahanan siber serta percepatan modernisasi militer berbasis teknologi.
“Indonesia harus segera memperkuat daya tangkal nasional melalui pertahanan siber yang terintegrasi dengan sistem pertahanan modern,” ujar Sukamta dalam keterangan di Jakarta, Rabu (21/8).
Menurutnya, arahan Presiden Prabowo sejalan dengan kebutuhan mendesak bangsa, mengingat eskalasi ancaman di kawasan Indo-Pasifik yang semakin kompleks, mulai dari konflik Laut China Selatan hingga rivalitas strategis Amerika Serikat–China.
“Tantangan di era multipolar bukan hanya serangan konvensional, tetapi juga ancaman di ruang siber yang dapat melemahkan kedaulatan bangsa,” tegasnya.
Sukamta menekankan bahwa diplomasi pertahanan Indonesia perlu diperkuat melalui kerja sama regional dan internasional yang cerdas, dengan tetap menyeimbangkan kepentingan geopolitik dan mengutamakan kemandirian nasional.
Ia juga mendorong pemerintah segera menyusun grand design pertahanan 2045 yang mencakup empat dimensi utama: pangan, energi, siber, dan maritim. Selain itu, pengembangan industri pertahanan nasional dinilai perlu diperluas melalui kemitraan strategis dengan negara seperti Korea Selatan, Turki, dan sejumlah negara Eropa.
“Dengan pondasi pertahanan yang kuat dan adaptif terhadap dinamika global, Indonesia tidak hanya mampu menjaga kedaulatan, tetapi juga berperan aktif sebagai penyeimbang dalam percaturan geopolitik Indo-Pasifik,” jelasnya.
Sukamta juga mengusulkan pembentukan Komando Siber TNI (Cyber Command TNI) sebagai garda utama pertahanan siber, serta Komando Pertahanan Pangan Nasional untuk menjamin kedaulatan di sektor vital lainnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto dalam pidato kenegaraan di Gedung Nusantara, Kompleks MPR, DPR, DPD RI, Jakarta, Jumat (15/8), menegaskan bahwa pertahanan semesta menjadi salah satu dari delapan prioritas utama pemerintah dalam RAPBN 2026.
Adapun empat sasaran utama anggaran pertahanan semesta meliputi:
- Modernisasi alat utama sistem senjata (alutsista),
- Penguatan Komponen Cadangan (Komcad),
- Pemberdayaan industri strategis nasional yang berkaitan dengan pertahanan, dan
- Peningkatan kesejahteraan prajurit.
“Kita akan perkuat pertahanan rakyat semesta untuk menjaga kedaulatan bangsa kita. Dunia global penuh ketidakpastian, ancaman muncul tiba-tiba. Indonesia masih penuh dengan tantangan menjaga keutuhan wilayah dan kekayaan nasional. Pertahanan yang kuat adalah fondasi kedaulatan,” kata Presiden Prabowo. (hdl)


as a preferred source on Google




