Surabaya (beritajatim.id) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat sinergi dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan kondusifitas daerah. Ajakan itu disampaikan dalam apel dan doa bersama potensi masyarakat Jawa Timur untuk negeri di Surabaya, Senin (1/9/2025).
Khofifah menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum penting untuk meneguhkan komitmen bersama menjaga Jawa Timur tetap aman dan damai. “Mari kita senantiasa waspada, peka terhadap lingkungan, dan melaporkan potensi gangguan sejak dini,” ujarnya.
Pemprov Jatim telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) Gubernur Nomor 100.3.4.3/013.1/2025 tentang peningkatan upaya pencegahan gangguan keamanan, ketertiban umum, dan ketenteraman masyarakat. SE itu ditujukan kepada seluruh bupati dan wali kota dengan instruksi memperkuat koordinasi bersama TNI, Polri, serta tokoh masyarakat.
Beberapa langkah strategis yang ditekankan antara lain pengamanan objek vital, pencegahan pelibatan pelajar dalam aksi melanggar hukum, hingga menghidupkan kembali program Kampung Tangguh dan Kampung Merah Putih.
Khofifah juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi informasi hoaks di media sosial. Ia mencontohkan isu penyerangan rumah dinas gubernur yang sempat beredar dua hari lalu. “Insyaallah aman, karena TNI-Polri bekerja keras menjaga Jawa Timur,” tegasnya.
Selain itu, orang tua juga diminta mengawasi anak-anaknya. Menurut Khofifah, sejumlah pelaku anarkis masih berusia sekolah, bahkan ada yang duduk di bangku SD. “Saya mohon orang tua proaktif menjaga putra-putrinya,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Khofifah menyampaikan apresiasi kepada Polda Jatim, Kodam V/Brawijaya, Kostrad, dan Korps Marinir yang bersinergi menjaga stabilitas daerah. “Kolaborasi ini adalah pondasi utama untuk menciptakan Jawa Timur yang aman, tertib, dan damai,” pungkasnya.


as a preferred source on Google




