Jakarta (beritajatim.id) – Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) melalui patroli siber mencatat telah menangani 2.096.966 konten perjudian online selama periode 24 Oktober 2024 hingga 3 September 2025, atau dalam kurun waktu 11 bulan terakhir.
Berdasarkan data resmi Kemkomdigi, penanganan konten judi online (judol) terus berfluktuasi. Pada 20–31 Oktober 2024 atau selama 11 hari, tercatat 187.297 konten yang ditangani. Angka tersebut naik menjadi 250.475 konten sepanjang November 2024.
Memasuki Desember 2024, jumlah konten yang diblokir turun tipis menjadi 230.686 konten, dan pada Januari 2025 tercatat 234.165 konten. Tren penurunan sempat berlanjut pada Februari 2025 (174.624 konten) dan Maret 2025 (154.202 konten).
Namun, pada April 2025 jumlahnya kembali turun menjadi 120.758 konten, sebelum melonjak di Mei 2025 (164.671 konten) dan Juni 2025 (165.349 konten). Lonjakan signifikan terjadi pada Juli 2025 dengan 199.986 konten, sedikit menurun di Agustus 2025 (197.523 konten), dan hingga awal September 2025 sudah tercatat 17.230 konten.
Mayoritas Berasal dari Situs Ilegal
Dari total 2,09 juta konten judi online yang ditangani, 1.863.560 konten berasal dari situs dan IP ilegal. Sisanya terdeteksi di berbagai platform besar, yakni:
- 90.365 konten dari file sharing
- 90.258 konten dari Meta (Facebook & Instagram)
- 33.266 konten dari Google dan YouTube
- 16.878 konten dari X (Twitter)
- 1.663 konten dari Telegram
- 959 konten dari TikTok
- 14 konten dari Line
- 3 konten dari App Store
Patroli siber Kemkomdigi memastikan upaya ini dilakukan lintas platform untuk mencegah penyebaran konten negatif di ruang digital Indonesia.
Masyarakat Diminta Aktif Melapor
Kemkomdigi juga mengimbau masyarakat agar aktif melaporkan temuan terkait promosi atau konten judi online. Laporan dapat disampaikan melalui berbagai saluran resmi, yaitu:
- Website: www.aduankonten.id
- WhatsApp: 0811-9224-545
- Chatbot Stop Judi Online: 0811-1001-5080
Dengan kerja sama masyarakat, pemerintah berharap ekosistem digital Indonesia dapat semakin aman dari praktik perjudian ilegal yang merugikan. (hen)


as a preferred source on Google




