Mojokerto (beritajatim.id) – Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat gerakan koperasi di wilayahnya. Salah satunya melalui alokasi anggaran rutin untuk pelatihan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) bagi para pengurus koperasi.
Hal tersebut disampaikan wali kota yang akrab disapa Ning Ita saat membuka kegiatan pelatihan SKKNI di PLUT Maja Citra Kinarya, Kamis (11/9).
“Setiap tahun kami selalu mengalokasikan anggaran untuk pelatihan SKKNI ini. Ini bentuk kepedulian saya terhadap gerakan koperasi di Kota Mojokerto. Itulah kenapa dalam beberapa tahun berturut-turut saya dinobatkan sebagai Pembina Koperasi Terbaik. Karena saya ingin koperasi bisa berdiri setara dengan badan usaha lainnya,” ujar Ning Ita.
Menurutnya, struktur ekonomi Kota Mojokerto yang terbatas justru menjadikan koperasi sebagai pilar strategis. Saat ini, 32% Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) kota masih didominasi sektor perdagangan, disusul jasa, transportasi-akomodasi, dan konstruksi. Namun, keterbatasan lahan serta aksesibilitas membuat investor besar sulit masuk.
“Kota kita ini kecil, 57% wilayahnya permukiman. Sentra industri atau perdagangan besar hampir tidak ada. Karena itu saya ingin koperasi akar rumput bisa tumbuh besar, setara PT atau CV. Koperasi ini sebenarnya sama seperti PT go public, pemiliknya banyak, yaitu para anggota,” jelasnya.
Ning Ita juga menyoroti bahwa koperasi karyawan cenderung lebih berkembang karena dukungan modal kuat dan diversifikasi usaha. Sementara koperasi masyarakat akar rumput masih terbatas pada unit simpan pinjam.
“Fokus saya justru koperasi di level grass root seperti panjenengan ini. Supaya bisa punya semangat menjadi badan usaha dengan omset besar, sehingga kekuatan ekonomi merata dimiliki masyarakat,” tegasnya.
Ia pun mengingatkan pentingnya keberlanjutan program. “Setelah ikut pelatihan ini, panjenengan harus ikut uji kompetensi. Kalau sudah punya sertifikat, barulah layak mendapat izin usaha. Jadi jangan berhenti di pelatihannya saja,” tambahnya.
Melalui pelatihan SKKNI yang digelar rutin setiap tahun, Ning Ita berharap kualitas sumber daya manusia (SDM) pengurus koperasi semakin profesional dan kompeten. Dengan begitu, koperasi di Kota Mojokerto dapat tumbuh sebagai kekuatan ekonomi rakyat yang sesungguhnya. (tin)


as a preferred source on Google




