Jakarta (beritajatim.id) – Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Dr. H. M. Hidayat Nur Wahid, M.A., mengapresiasi langkah Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang kembali menghadiri Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan secara tegas menyuarakan dukungan Indonesia terhadap kemerdekaan Palestina serta penghentian genosida yang terjadi di Gaza.
Hidayat, yang akrab disapa HNW, menyampaikan apresiasinya usai Rapat Pimpinan MPR RI di kompleks parlemen, Jakarta, pada Senin (22/9). Ia menyebut bahwa komitmen Presiden Prabowo untuk terus membela Palestina di forum internasional seperti Sidang Umum PBB merupakan langkah penting dan konsisten dalam mendukung perjuangan rakyat Palestina, terutama di tengah penolakan Israel terhadap solusi dua negara.
Menurut HNW, sikap Indonesia semakin relevan seiring dengan bergesernya posisi sejumlah negara yang sebelumnya mendukung Israel, namun kini mulai menyatakan pengakuan atas Palestina sebagai negara merdeka. Negara-negara seperti Inggris, Prancis, Kanada, Australia, Portugal, dan Belgia disebutnya kini mulai berani menyatakan sikap yang lebih terbuka terhadap kemerdekaan Palestina, meski menghadapi tekanan dan ancaman dari Israel.
Lebih lanjut, HNW menegaskan bahwa Indonesia, yang sejak awal mendukung kemerdekaan Palestina, seharusnya terus meningkatkan pembelaannya. Ia mengingatkan pentingnya negara-negara anggota PBB untuk menghormati resolusi Majelis Umum PBB dan fatwa Mahkamah Internasional (ICJ) yang menyatakan bahwa pendudukan Israel atas wilayah Palestina adalah ilegal. Ia juga menyerukan agar negara-negara yang tergabung dalam International Criminal Court (ICC) menjalankan mandat untuk menangkap para pejabat Israel yang diduga melakukan kejahatan perang.
HNW juga memanfaatkan momentum ini untuk mendorong Presiden Prabowo menyuarakan perlunya reformasi struktural dalam tubuh PBB. Ia menilai bahwa struktur Dewan Keamanan PBB saat ini tidak adil karena tidak merepresentasikan kawasan global secara merata, terutama negara-negara di belahan selatan, Afrika, dan Timur Tengah. Menurutnya, hak veto yang dimiliki oleh negara-negara tertentu telah sering disalahgunakan, khususnya oleh Amerika Serikat untuk melindungi Israel meskipun melanggar hukum internasional.
Di tengah meningkatnya penolakan masyarakat global terhadap kejahatan kemanusiaan yang dilakukan Israel, HNW menyampaikan bahwa kini muncul aspirasi kuat agar diberlakukan sanksi konkret dan isolasi terhadap Israel, termasuk usulan pengeluaran Israel dari organisasi-organisasi internasional seperti FIFA dan bahkan PBB. Ia menilai wajar bila Presiden Prabowo menyuarakan hal tersebut sebagai bagian dari upaya nyata mengakhiri penjajahan dan mewujudkan kemerdekaan Palestina—yang menurut HNW adalah “utang sejarah” Indonesia terhadap Palestina.
HNW menyebut bahwa Sidang Umum PBB kali ini sangat krusial karena beberapa negara seperti Belgia, Prancis, Malta, Luksemburg, dan San Marino dikabarkan akan segera mengakui negara Palestina. Dengan demikian, saat ini sebanyak 145 dari 193 negara anggota PBB telah menyatakan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina.
Ia menambahkan, gelombang dukungan internasional tersebut tidak terlepas dari perjuangan rakyat Palestina di Gaza serta semakin kuatnya reaksi dunia terhadap agresi Israel yang banyak menelan korban sipil, termasuk perempuan dan anak-anak. Ia juga menyoroti tindakan Israel yang menyerang negara-negara lain di kawasan seperti Suriah dan Qatar, meskipun negara-negara tersebut tidak melakukan serangan terhadap Israel.
HNW berharap Presiden Prabowo dapat menjadikan Sidang Umum PBB sebagai panggung penting untuk menyuarakan pembelaan terhadap kemerdekaan Palestina serta penghentian kejahatan yang dilakukan Israel. Ia juga menyerukan agar negara-negara yang telah mengakui Palestina bersikap lebih tegas dalam mendorong diakhirinya genosida di Gaza dan pendudukan atas wilayah Palestina.
“Sudah saatnya dunia internasional konsisten menolak teror penjajahan dan mendukung lahirnya perdamaian sejati,” tutup HNW. (rio)


as a preferred source on Google




