Close Menu
beritajatim.idberitajatim.id
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Oil&Gas
  • Sport
  • Entertainment
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Ragam
    • Komunitas
  • Seni&Budaya
  • Network
  • Indeks
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
beritajatim.idberitajatim.id
Web Utama
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Oil&Gas
  • Sport
  • Entertainment
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Ragam
    • Komunitas
  • Seni&Budaya
  • Network
  • Indeks
beritajatim.idberitajatim.id
Home»Ekonomi»Menkeu Pastikan Danantara Mampu Lunasi Utang KCIC Tanpa Gunakan Dana APBN

Menkeu Pastikan Danantara Mampu Lunasi Utang KCIC Tanpa Gunakan Dana APBN

Hendro D. LaksonoHendro D. Laksono Ekonomi 15 Oktober 2025
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Purbaya Yudhi Sadewa
Purbaya Yudhi Sadewa

Jakarta (beritajatim.id) – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan bahwa PT Danantara Daya Nusantara (Danantara) memiliki kapasitas keuangan yang memadai untuk menyelesaikan kewajiban utang proyek Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) atau Whoosh, tanpa perlu menggunakan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Menurut Menkeu, kekuatan finansial Danantara berasal dari dividen Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang kini dikelola langsung oleh lembaga tersebut.

“Danantara menerima dividen dari BUMN hampir Rp80 triliun hingga Rp90 triliun per tahun. Jumlah itu cukup untuk menutupi sekitar Rp2 triliun bunga tahunan dari utang KCIC,” ujar Menkeu usai menghadiri Rapat Dewan Pengawas Danantara di Wisma Danantara, Jakarta, Rabu (14/10).

Ia menegaskan, dengan struktur keuangan seperti itu, Danantara mampu membayar kewajiban proyek tanpa mengandalkan APBN.

Rosan Roeslani Masih Kaji Skema Pembayaran

Meski demikian, Menkeu menjelaskan bahwa CEO Danantara, Rosan Roeslani, masih melakukan kajian teknis untuk merumuskan skema penyelesaian utang KCIC yang paling tepat.

“Mereka (Danantara) akan mengajukan usulan kepada kami setelah studi selesai. Saya juga sudah tanya ke Pak Rosan, apakah di klausul pinjaman CDB (China Development Bank) harus pemerintah yang membayar? Sepanjang struktur pembayarannya jelas, seharusnya tidak ada masalah,” ujarnya.

Pinjaman dari China Development Bank (CDB) menjadi porsi terbesar dalam proyek KCIC, yang menelan investasi sekitar US$7,27 miliar atau setara Rp120,38 triliun. Dari jumlah tersebut, 75 persen dibiayai melalui pinjaman dengan bunga 2 persen per tahun.

Baca Juga:  Kapolri Luncurkan Gerakan Pangan Murah, Perintahkan Cegah Penimbunan dan Stabilkan Harga

Pemerintah Dorong Danantara Kelola Dana Secara Produktif

Menkeu juga mendorong Danantara untuk mengoptimalkan penempatan dana yang dimiliki agar lebih produktif. Selama ini, sebagian dividen yang diterima masih ditempatkan dalam bentuk obligasi pemerintah.

“Saya meminta agar dana tersebut dikelola secara lebih produktif agar hasilnya maksimal,” kata Menkeu.

Sejak kebijakan baru diterapkan, seluruh dividen BUMN tidak lagi masuk langsung ke kas negara, tetapi dialihkan ke Danantara agar dapat dikelola secara mandiri. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat peran Danantara dalam mendukung pembiayaan proyek strategis nasional tanpa menambah beban fiskal negara.

Dua Opsi Penyelesaian Utang KCIC Masih Dikaji

Pemerintah masih mempertimbangkan dua alternatif dalam penyelesaian utang KCIC, yakni:

  • Pelimpahan kewajiban kepada pemerintah, atau
  • Penyertaan dana tambahan ke PT Kereta Api Indonesia (KAI) sebagai salah satu pemegang saham KCIC.

Namun, kedua opsi tersebut belum difinalisasi. Pemerintah cenderung mendorong Danantara untuk mengambil peran utama dalam pembayaran, sesuai dengan mandat pengelolaan dividen BUMN.

“Ketika seluruh dividen masuk ke Danantara, maka Danantara cukup kuat untuk membayar utang KCIC. Jadi bukan berarti utang tidak dibayar, hanya saja pembayarannya dilakukan oleh Danantara, bukan APBN,” tegas Menkeu.

Konteks Proyek KCIC

Proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (Whoosh) merupakan salah satu proyek strategis nasional yang dikerjakan oleh PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), konsorsium antara perusahaan Indonesia dan Tiongkok. Proyek ini diharapkan menjadi tonggak baru transportasi modern di Indonesia dan memperkuat konektivitas antarwilayah.

Baca Juga:  LPS Gandeng Asosiasi Industri Asuransi, Perkuat Persiapan Penyelenggaraan Program Penjaminan Polis (PPP)

Langkah pemerintah mempercayakan pembiayaan utang KCIC kepada Danantara menandai upaya serius untuk menjaga disiplin fiskal dan kemandirian keuangan negara. Dengan kekuatan dana dari dividen BUMN, Danantara dinilai mampu menjadi solusi strategis untuk mengelola kewajiban proyek besar tanpa membebani APBN. (hdl)

Add beritajatim.id as a preferred source on Google+
Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Berita
Danantara Indonesia KCIC Purbaya Yudhi Sadewa
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Berita Lainnya

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp8.000, Buyback Melesat Rp16.000

18 Juli 2026 Ekonomi
Pasar Tembok Dukuh Surabaya

Pemkot Surabaya Siapkan 2.700 Stan Gratis bagi Pedagang Pasar Tumpah dan PKL, Relokasi Tanpa Biaya Sewa

12 Juli 2026 Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini 6 Juli 2026 Stagnan

6 Juli 2026 Ekonomi
Gubernur Khofifah menggelar Pasar Murah ke-81 di Pasuruan untuk menjaga inflasi, memperkuat daya beli, membantu warga rentan, dan mendukung UMKM.

Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah ke-81 di Pasuruan, Perkuat Pengendalian Inflasi dan Dorong UMKM Lokal

6 Juli 2026 Ekonomi
Gubernur Khofifah menggelar Pasar Murah di Banyuwangi untuk mengendalikan inflasi, menjaga daya beli masyarakat, dan mendukung pelaku UMKM.

Gubernur Khofifah Perluas Pasar Murah hingga Banyuwangi, Perkuat Pengendalian Inflasi dan Jaga Daya Beli Masyarakat

4 Juli 2026 Ekonomi
Ilustrasi emas batangan (foto: Jingming Pan/unsplash)

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp11.000 per Gram, Simak Daftar Lengkap Pecahan Terbaru

3 Juli 2026 Ekonomi
Leave A Reply Cancel Reply

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp8.000, Buyback Melesat Rp16.000

18 Juli 2026
Berita Terbaru
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko

Polri Gandeng UPH dan Komdigi Edukasi Mahasiswa Cegah Judi Online Lewat Program Polri Goes to Campus

16 Juli 2026
Polres Mojokerto Kota memperkuat sinergi dengan masyarakat melalui Silaturahmi Kamtibmas, mendorong keamanan, pelayanan publik, dan keselamatan berlalu lintas.

Polres Mojokerto Kota Perkuat Sinergi dengan Warga Lewat Silaturahmi Kamtibmas dan Ajak Jaga Keamanan Bersama

16 Juli 2026

7 Makanan yang Bisa Membantu Meningkatkan Kualitas Sperma, Penting untuk Program Hami

16 Juli 2026

Setjen DPD RI Buka Program Magang Nasional 2026, Kuota 233 Orang dengan Uang Saku hingga Rp6 Juta

16 Juli 2026
Lionel Messi

Messi Antar Argentina Singkirkan Inggris dan Melaju ke Final Piala Dunia, Siap Tantang Spanyol

16 Juli 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
  • Tentang
  • Network
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© 2026 beritajatim.ID | portal berita jawa timur

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.