Jakarta (beritajatim.com) – General Manager TCL AC Xin’an Li mengungkapkan, tiga masalah utama yang sering dihadapi pengguna AC.
Masalah pertama, pengguna AC khawatir dengan kualitas udara dan kesehatan. Kedua, pengguna AC juga khawatir dengan efisiensi energi dan konsumsi daya.
“Dan ketiga, pengguna AC khawatir dengan integrasi teknologi dan fitur baru yang memenuhi kebutuhan yang sebelumnya belum terpenuhi,” ujar Li dalam keterangannya.
Menanggapi kebutuhan tersebut, TCL secara konsisten berinovasi. Menurutnya, sejak merilis Strategi Udara Segar Global pada tahun 2021, TCL telah menciptakan produk unggulan seperti FreshIN 3.0 yang inovatif. Produk ini meraih pengakuan global dengan memenangkan “Smart Fresh Air Technology Innovation Award” di ajang CES 2025.
“Sejak resmi memasuki industri pendingin udara pada tahun 1999, TCL Air Conditioning telah dengan berani mengeksplorasi teknologi dan pasar,” tegas Li.
Terkait pasar Indonesia, Li mengungkapkan komitmen strategis yang kuat. “Kami memiliki tata letak yang jelas untuk pasar Indonesia,” ucapnya.
Menurutnya, TCL telah melokalisasi produksi AC residensial di Indonesia dan tengah mempertimbangkan untuk melakukan hal yang sama pada produk komersial. “Ini adalah langkah strategis kami dalam menghadapi lanskap perdagangan internasional yang kompleks,” ujar Xin’an Li.
Sementara CEO TCL Indonesia Evan Tang menyebut, menurut laporan terbaru dari firma riset independen Sunpower Consulting Group, menempatkan TCL Fresh Air Air Conditioner di peringkat No. 1 dunia dalam penjualan pada tahun 2024.
“Kami sangat bangga TCL Fresh Air AC berhasil meraih posisi No. 1 di dunia. Pencapaian ini tidak hanya mencerminkan kekuatan inovasi teknologi kami, tetapi juga komitmen kami untuk menghadirkan udara yang lebih segar, sehat, dan pintar bagi setiap rumah tangga di dunia,” ujar Evan Tang, CEO TCL Indonesia.disela kunjungan TCL Air Conditioner Wuhan Intelligent Manufacturing Base beberapa waktu lalu. (ted)


as a preferred source on Google




