Jakarta (beritajatim.id) – Dalam menghadapi ancaman penipuan online yang semakin canggih dan meyakinkan, Google mengumumkan sejumlah inovasi keamanan terbaru. Langkah ini diambil menyusul temuan bahwa hampir 60 persen populasi global pernah mengalami penipuan dalam setahun terakhir.
Era dimana penipuan phishing mudah dikenali dari kesalahan tata bahasa telah berakhir. Kini, penjahat siber menggunakan teknik mutakhir seperti kloning suara, deepfake, dan rekayasa sosial untuk melakukan penipuan yang sulit dibedakan dari aslinya.
Sebagai respons, Google secara proaktif merilis enam fitur dan inisiatif perlindungan baru yang terintegrasi dalam berbagai produknya.
Perlindungan Terbaru di Google Messages
Dua fitur keamanan utama telah diluncurkan di aplikasi perpesanan. Pertama, fitur Tautan yang Lebih Aman kini aktif secara global. Sistem akan memperingatkan pengguna dan memblokir akses ke situs web ketika mengeklik tautan dalam pesan yang dicurigai sebagai spam, kecuali jika pengguna secara manual menandainya sebagai “bukan spam”.
Kedua, Key Verifier telah tersedia untuk semua pengguna Android 10 ke atas. Alat ini menambahkan lapisan kepercayaan ekstra pada percakapan pribadi yang dienkripsi end-to-end. Dengan memindai kode QR kontak tepercaya, pengguna dapat memverifikasi bahwa mereka benar-benar berkomunikasi dengan orang yang dituju, bukan penipu yang menyamar.
Alat Pemulihan Akun yang Diperluas
Memahami kekhawatiran pengguna terhadap akses akun, Google menyempurnakan alat pemulihannya. Fitur Kontak Pemulihan memungkinkan pemegang akun personal yang memenuhi syarat untuk menunjuk keluarga atau teman tepercaya sebagai penolong jika terkunci akun.
Kontak ini dapat membantu memverifikasi identitas jika kata sandi terlupa atau perangkat hilang. Fitur ini dapat diatur di bagian “Keamanan” dalam Google Account.
Selain itu, proses pemulihan akses juga dimudahkan dengan Login dengan Nomor Ponsel. Fitur yang diperkenalkan secara bertahap ini memungkinkan pengguna masuk ke akun Google di perangkat Android baru hanya dengan nomor telepon dan kode sandi layar kunci dari perangkat sebelumnya, tanpa memerlukan kata sandi.
Edukasi dan Kesadaran akan Penipuan
Di luar fitur teknis, Google juga berinvestasi dalam edukasi melalui Game ‘Be Scam Ready’. Berbasis “inoculation theory”, game interaktif ini membawa pemain ke dalam skenario penipuan dunia nyata untuk melatih keterampilan berpikir kritis dalam mengidentifikasi penipuan.
Komitmen perlindungan juga diperluas ke kelompok rentan. Google bermitra dengan National Cybersecurity Alliance (NCA) dan bergabung dengan Gugus Tugas Nasional Pencegahan Penipuan Aspen Institute. Inisiatif bersama dengan AARP, Amazon, dan Walmart melalui National Elder Fraud Coordination Center (NEFCC) juga dibentuk untuk memerangi penipuan terhadap lansia.
Sebagai puncak dari Bulan Kesadaran Keamanan Siber, Google akan mengadakan lokakarya penipuan langsung di Google Store New York City (21 Oktober) dan Mountain View (28 Oktober).
Inovasi berkelanjutan ini menegaskan komitmen Google dalam menciptakan lingkungan digital yang lebih aman bagi semua pengguna, dari mengamankan akses akun hingga memfortifikasi aplikasi pesan. (aga)


as a preferred source on Google




