Lumajang (beritajatim.id) – Hujan abu vulkanik kembali melanda dua kecamatan di Kabupaten Lumajang pasca erupsi Gunung Semeru pada Rabu (19/11/2025) sore. Abu dari letusan awan panas tersebut terasa cukup pekat di Kecamatan Candipuro dan Pronojiwo sejak Kamis (20/11/2025) pagi, bahkan hingga sore hari, abu masih beterbangan di kawasan lereng Gunung Semeru.
Beberapa rumah dan kendaraan di wilayah terdampak tampak tertutup lapisan abu vulkanik. Irfan, seorang pengendara, menyatakan bahwa intensitas hujan abu semakin terasa pekat sejak pukul 14.00 WIB. Ia menekankan risiko bagi pengendara.
“Ini saya terasa untuk hujan abunya mulai pekat itu pukul 14.00 WIB. Pandangan jadi terganggu, apalagi waktu bawa kendaraan,” jelas Irfan saat ditemui di sekitar Jembatan Besuk Kobokan, Kamis (20/11/2025).
Selain mengganggu pandangan, hujan abu juga berpotensi membahayakan kesehatan pernapasan. Nugroho, warga Lumajang, mengatakan bahwa pengalaman melintas dari Candipuro menuju Pronojiwo menggunakan motor membuatnya harus ekstra hati-hati.
“Kalau pakai motor makin kerasa abunya, ini kendaraan saya juga ikut tertutup abu, baju juga kotor. Ini cukup mengganggu untuk pandangan dan pernapasan, jadi harus pakai masker dan kacamata,” ungkap Nugroho.
Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang, Isnugroho, mengimbau warga yang terdampak hujan abu untuk menggunakan masker saat berada di luar rumah.
“Agar tidak menyebabkan sesuatu yang tidak diinginkan, ada baiknya warga yang wilayahnya diguyur hujan abu memakai masker saat keluar rumah,” tutur Isnugroho.
Warga diimbau tetap waspada dan mengikuti arahan BPBD Lumajang untuk meminimalisir dampak abu vulkanik, terutama bagi kesehatan dan keselamatan berkendara. (adi)


as a preferred source on Google




