Surabaya (beritajatim.id) – Rumah Sakit Kapal Ksatria Airlangga (RSKKA) kembali menjalankan misi kemanusiaan ke wilayah kepulauan Indonesia Timur dengan menyediakan layanan dokter spesialis bagi masyarakat di daerah yang sulit dijangkau. Misi ini mencakup Pulau Sailus, Pulau Sapuka di Kabupaten Pangkajene Kepulauan, serta Pulau Bonerate di Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. Perjalanan dimulai dari Pelabuhan Kalimas Surabaya menuju Pelabuhan Bangsal Lombok, sebelum para relawan bergabung dan melanjutkan perjalanan ke titik layanan pertama, yakni Pulau Sailus.
Kegiatan ini bertujuan memperkuat pemerataan layanan kesehatan di wilayah terluar Indonesia. Rektor Universitas Airlangga, Prof. Muhammad Madyan, menyatakan apresiasinya atas konsistensi RSKKA dalam menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat. Ia menilai keberadaan rumah sakit kapal ini menjadi bukti peran perguruan tinggi dalam memperluas akses kesehatan hingga daerah paling terpencil.
Prof. Madyan menekankan pentingnya misi tersebut karena ketimpangan distribusi dokter spesialis masih menjadi masalah di Indonesia. Ia menyebut bahwa RSKKA berkontribusi menghadirkan layanan yang tidak tersedia secara merata, khususnya bagi masyarakat kepulauan yang memiliki keterbatasan akses fasilitas kesehatan.
Direktur RSKKA, Agus Harianto, menambahkan bahwa misi yang dijalankan berakar pada komitmen untuk menghadirkan keadilan sosial di bidang kesehatan. Ia menggambarkan semangat para relawan sebagai bentuk dukungan bagi tenaga medis yang bertugas di daerah terpencil, dengan harapan mereka merasa tidak bekerja sendirian dalam melayani masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Agus juga menggambarkan kondisi kesehatan di Pulau Sailus yang pernah dikunjungi RSKKA pada 2019. Saat itu, masyarakat setempat belum pernah memiliki dokter umum yang bertugas secara menetap hingga Indonesia merdeka. Kini tersedia rumah sakit pratama, meski hanya diisi satu dokter umum sehingga kebutuhan pelayanan masih cukup besar.
Misi kesehatan RSKKA kali ini melibatkan 32 relawan yang terdiri dari berbagai tenaga kesehatan. Dokter spesialis yang ditugaskan mencakup bidang bedah umum, anestesi, obstetri dan ginekologi, bedah plastik, penyakit dalam, jantung, anak, paru, mata, dan saraf. Mereka turut diperkuat oleh dokter umum, apoteker, tenaga kesehatan masyarakat, analis medis, serta praktisi pengobatan tradisional.
Program pengabdian ini mendapat dukungan dari sejumlah institusi, termasuk RSUD Dr. Soetomo Surabaya, PT Pelindo, PT Pelindo Marine Service, PT Aperindo, Yayasan Samudera Peduli, Ikatan Dokter Indonesia Cabang Surabaya, dan BPJS Kesehatan.
Dengan kembali diberangkatkannya RSKKA, masyarakat kepulauan di Indonesia Timur kembali memperoleh harapan baru untuk mendapatkan layanan kesehatan yang lebih setara dan terjangkau. (rio)


as a preferred source on Google




