Los Angeles (beritajatim.id) – LeBron James mencatatkan 17 poin tepat di hari ulang tahunnya yang ke-41, namun penampilan tersebut belum cukup untuk menyelamatkan Los Angeles Lakers dari kekalahan telak 106-128 saat bertandang ke markas Detroit Pistons, Selasa (waktu setempat).
Bintang Pistons, Cade Cunningham, tampil gemilang dengan torehan 27 poin dan 11 assist, sekaligus menjadi motor kemenangan Detroit. Hasil ini membuat Lakers menelan kekalahan keempat dalam lima laga terakhir musim reguler NBA.
LeBron James juga mencetak tiga tembakan tripoin serta menambahkan empat assist dan empat rebound dalam pertandingan ke-1.577 sepanjang kariernya di NBA. Musim ke-23 yang dijalaninya semakin menegaskan status LeBron sebagai salah satu legenda terbesar dalam sejarah liga.
Namun, momen ulang tahun sang megabintang harus berakhir pahit. LeBron terlihat menghabiskan menit-menit akhir laga di bangku cadangan, menyaksikan Lakers tak mampu mengejar ketertinggalan dari Pistons.
Pencetak poin terbanyak sepanjang sejarah NBA itu kini menjadi pemain ke-12 yang masih tampil di liga pada usia 41 tahun atau lebih, serta pemain keenam yang melakukannya di abad ke-21.
Selain Cunningham, Marcus Sasser menyumbang 19 poin—tertinggi musim ini—sementara Isaiah Stewart menambahkan 15 poin untuk Pistons. Kemenangan ini sekaligus menghentikan dua kekalahan beruntun Detroit dan menutup tur Pantai Barat mereka dengan rekor positif 3-2.
Menariknya, Pistons tetap dominan meski kehilangan Tobias Harris, pencetak poin terbanyak ketiga mereka, yang harus keluar lebih awal akibat cedera pinggul kiri pada kuarter pertama.
Di kubu Lakers, Luka Doncic menjadi pencetak angka terbanyak dengan 30 poin dan 11 assist. Jaxson Hayes turut menyumbang 13 poin, namun solidnya pertahanan Pistons membuat Lakers kesulitan mengembangkan permainan.
Detroit mengontrol jalannya laga sejak awal lewat akurasi tembakan, agresivitas menembus area paint, serta peningkatan performa bertahan setelah sebelumnya kalah telak dari LA Clippers. Pistons mencetak total 74 poin di area dalam, memanfaatkan kelemahan barisan depan Lakers yang minim postur besar.
Lakers sempat bangkit di kuarter ketiga lewat aksi LeBron James, namun Pistons langsung merespons dengan laju 16-6 yang berlanjut hingga kuarter keempat untuk memastikan kemenangan.
Meski kalah, Lakers masih mencatat rekor 20-11 musim ini. Namun kekalahan dengan selisih lebih dari 20 poin tersebut menjadi peringatan serius, mengingat mereka belum pernah kalah dengan margin di bawah 10 poin sepanjang musim reguler NBA 2025. (aga)


as a preferred source on Google




