Surabaya (beritajatim.id) – Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengawali tahun 2026 dengan menghadirkan sebuah peristiwa simbolik yang sarat makna sosial dan kultural. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak menggelar penyambutan khusus bagi Achmad Valen Akbar, juara ajang D’Academy 7 Indosiar, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Kamis (1/1/2026).
Penyambutan tersebut berlangsung meriah dan melibatkan berbagai elemen masyarakat. Valen, penyanyi dangdut muda asal Pamekasan, Madura, bahkan diarak menggunakan kendaraan tradisional Sekar Kedaton yang diiringi musik ul daul, menegaskan kuatnya akar budaya lokal dalam perjalanan karier sang juara.
Dalam kesempatan itu, Khofifah Indar Parawansa menempatkan keberhasilan Valen bukan semata sebagai prestasi personal, melainkan sebagai representasi keberhasilan generasi muda Jawa Timur yang mampu bersaing di tingkat nasional tanpa meninggalkan nilai-nilai lokal. Ia menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara karier profesional di dunia hiburan dengan pendidikan formal sebagai fondasi masa depan.
Selain aspek pendidikan, Khofifah juga menyoroti pentingnya etika, kesantunan, serta penghormatan kepada orang tua sebagai nilai utama yang harus dijaga di tengah popularitas. Menurutnya, keberlanjutan kesuksesan seorang figur publik tidak hanya ditentukan oleh bakat, tetapi juga oleh karakter dan spiritualitas yang mengiringinya.
Dari perspektif Pemerintah Provinsi Jawa Timur, capaian Valen dipandang sebagai kebanggaan kolektif, khususnya bagi masyarakat Pamekasan dan Madura. Prestasi tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa seni dan budaya daerah mampu melahirkan talenta nasional jika didukung secara konsisten oleh lingkungan dan kebijakan yang tepat.
Momentum penyambutan ini juga dimanfaatkan Khofifah untuk mengajak masyarakat Jawa Timur menjadikan awal tahun sebagai titik tolak ikhtiar bersama. Kerja keras, menurutnya, perlu berjalan beriringan dengan doa agar pembangunan dan prestasi yang diraih membawa keberkahan jangka panjang bagi daerah.
Apresiasi serupa disampaikan tokoh masyarakat Pamekasan, Khairil Hidayat, yang menilai keberhasilan Valen sebagai inspirasi bagi generasi muda, khususnya di jalur seni. Dukungan terhadap anak-anak berprestasi dinilai perlu diperluas agar potensi lokal tidak berhenti pada satu figur semata, melainkan melahirkan lebih banyak talenta baru.
Di sisi lain, Achmad Valen Akbar menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan dan perhatian yang diberikan oleh Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur. Dukungan moral dan doa dari pemerintah daerah disebutnya menjadi salah satu penguat langkah hingga mampu meraih gelar juara D’Academy 7.
Acara penyambutan tersebut ditutup dengan penampilan Valen yang membawakan sejumlah lagu andalannya, di antaranya Terkesima, Perjuangan dan Doa, serta Keramat, yang disambut antusias oleh masyarakat.
Kehadiran warga dari berbagai latar belakang semakin menegaskan bahwa sosok Valen telah menjadi figur pemersatu. Niswati, warga Bulak Banteng Surabaya, bersama keluarganya mengaku antusias dapat menyaksikan langsung idolanya yang selama ini hanya ia lihat melalui layar televisi. Hal senada disampaikan Wahyu Dwi, pengemudi ojek daring asal Surabaya, yang datang bersama putrinya dan mengaku bangga atas prestasi yang mengharumkan nama Jawa Timur.
Lebih dari sekadar seremoni, penyambutan Valen di Grahadi mencerminkan bagaimana pemerintah daerah memaknai prestasi anak muda sebagai aset sosial. Di tengah tantangan generasi muda saat ini, figur seperti Valen diharapkan menjadi contoh bahwa popularitas dapat berjalan seiring dengan pendidikan, etika, dan nilai-nilai budaya yang membumi. (rio)


as a preferred source on Google




