Jakarta (beritajatim.id) – Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian memandang keputusan PSSI menunjuk John Herdman sebagai pelatih baru Tim Nasional Indonesia sebagai langkah strategis dalam membangun arah baru sepak bola nasional. Penunjukan ini dinilai mencerminkan keseriusan federasi dalam menghadirkan sistem pembinaan yang lebih profesional, terukur, dan berorientasi jangka panjang.
Dengan rekam jejak internasional yang kuat, termasuk pengalaman membawa tim nasional putra dan putri Kanada berlaga di Piala Dunia, Herdman diharapkan tidak hanya mampu mendongkrak prestasi Timnas dalam jangka pendek. Lebih dari itu, kehadirannya diharapkan menjadi fondasi penting bagi penguatan sistem pembinaan sepak bola nasional yang berkelanjutan.
Komisi X menaruh harapan agar kepemimpinan Herdman dapat mendorong peningkatan kualitas permainan, kedisiplinan taktik, serta mental bertanding para pemain Timnas di berbagai level kompetisi. Namun, peningkatan tersebut dinilai harus ditopang oleh pendekatan pembinaan yang konsisten dan terencana, bukan sekadar mengejar hasil instan.
Dalam catatannya, Komisi X menekankan pentingnya regenerasi dan pengembangan pemain muda sebagai prioritas utama. Pelatih baru diharapkan mampu memaksimalkan potensi talenta muda Indonesia serta membangun kesinambungan tim nasional, tanpa hanya bergantung pada pemain yang telah matang secara instan.
Selain itu, proses pemilihan pemain juga diharapkan dilakukan secara objektif dan adil, baik bagi pemain lokal maupun diaspora yang berkarier di luar negeri. Penilaian teknis yang transparan dinilai penting untuk menjaga kepercayaan publik serta menciptakan iklim kompetisi yang sehat.
Komisi X juga menyoroti pentingnya sinergi antara Timnas, klub-klub lokal, dan sistem kompetisi nasional. Hubungan yang solid antara seluruh elemen ekosistem sepak bola dinilai menjadi kunci pencapaian prestasi jangka panjang. Tanpa koordinasi yang baik, upaya pembinaan dinilai akan berjalan parsial.
Aspek pencarian bakat turut menjadi perhatian. Komisi X mendorong agar sistem talent scouting diperluas hingga ke berbagai daerah, sehingga potensi sepak bola Indonesia tidak terpusat pada wilayah tertentu, melainkan mencerminkan kekuatan nasional secara menyeluruh.
Menjelang padatnya agenda Timnas Indonesia sepanjang 2026, mulai dari FIFA Match Day hingga Piala AFF, Komisi X mengingatkan agar orientasi prestasi tidak terjebak pada target jangka pendek. Evaluasi kinerja pelatih dan tim diharapkan dilakukan secara objektif dengan menitikberatkan pada proses dan penguatan ekosistem sepak bola nasional.
Secara keseluruhan, Komisi X DPR RI menyatakan dukungan terhadap langkah PSSI menghadirkan pelatih dengan reputasi global. Namun demikian, dukungan tersebut disertai penegasan akan pentingnya akuntabilitas, keberlanjutan pembinaan, serta keberpihakan terhadap pengembangan talenta nasional demi kemajuan sepak bola Indonesia secara konsisten. (adi)


as a preferred source on Google




