Surabaya (beritajatim.id) – Kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) menjadi salah satu bidang teknologi yang paling berkembang dalam beberapa tahun terakhir. Peran AI kini tak hanya terbatas pada inovasi digital, tetapi juga turut memengaruhi pertumbuhan ekonomi dan industri di berbagai negara.
Di balik pesatnya perkembangan tersebut, sistem AI dibangun melalui proses yang rumit dan membutuhkan keahlian tingkat tinggi. Tak heran, para profesional yang berkecimpung di bidang ini dikenal memiliki nilai gaji yang sangat kompetitif.
Berdasarkan laporan Investopedia, rata-rata gaji pekerja AI mencapai 135.000 dolar AS per tahun atau setara dengan Rp2,2 miliar.
Peneliti AI dari Tandon School of Engineering, New York University, Eugene Vinitsky, menyebut bahwa ilmu komputer menjadi jurusan paling relevan bagi calon pengembang AI. Kemampuan tersebut akan semakin kuat jika dipadukan dengan penguasaan matematika.
Menurut Vinitsky, kombinasi dua disiplin ilmu ini menjadi fondasi utama dalam merancang sistem kecerdasan buatan yang andal dan minim kesalahan.
“Keterampilan matematika dan ilmu komputer akan selalu dibutuhkan. Namun ke depan, pemahaman mendalam tentang AI yang disertai keahlian di bidang lain akan menjadi kombinasi yang sangat kuat,” ujar Vinitsky, dikutip dari Economic Times.
Selain ilmu komputer dan matematika, terdapat sejumlah jurusan interdisipliner yang juga berperan penting dalam pengembangan AI. Di antaranya adalah ilmu kognitif, linguistik, desain, hingga filsafat.
Vinitsky menegaskan bahwa gelar akademik bukan faktor utama, melainkan kemampuan seseorang dalam mengombinasikan keterampilan matematika, teknologi, dan pemrograman secara efektif.
Namun demikian, ia menilai masih ada kekurangan yang kerap ditemui pada para pengembang AI, meskipun mereka unggul secara teknis.
“Kelemahan yang paling sering terlihat adalah kurangnya keterampilan pengembangan perangkat lunak profesional dan kemampuan mengelola riset. Hal ini justru menjadi hambatan nyata di dunia kerja,” jelasnya.
Daftar Pekerjaan AI dengan Gaji Tinggi
Platform pencarian kerja Indeed mencatat sejumlah profesi yang berkaitan dengan AI beserta estimasi gaji tahunan di Amerika Serikat. Berikut daftar pekerjaan AI dengan gaji tertinggi:
- Data Scientist: US$199.380 per tahun (sekitar Rp3,33 miliar)
- Machine Learning Engineer: US$152.244 (Rp2,54 miliar)
- Spesialis User Experience (UX): US$136.029 (Rp2,27 miliar)
- Pengembang Algoritma: US$131.624 (Rp2,20 miliar)
- Big Data Engineer: US$130.733 (Rp2,28 miliar)
- Computer Vision Engineer: US$129.220 (Rp2,16 miliar)
- Software Engineer: US$108.896 (Rp1,82 miliar)
- Computer Scientist: US$107.614 (Rp1,80 miliar)
- Robotics Engineer: US$107.080 (Rp1,79 miliar)
- Electrical Engineer: US$95.199 (Rp1,50 miliar)
Dengan peluang karier yang luas dan gaji yang menjanjikan, bidang AI menjadi salah satu pilihan masa depan paling prospektif. Namun, dibutuhkan kesiapan akademik, keterampilan lintas disiplin, serta kemampuan profesional agar mampu bersaing di industri yang terus berkembang ini. (aga)


as a preferred source on Google




