Sampang (beritajatim.id) – Kolaborasi strategis antara Pemerintah Kabupaten Sampang dan Perum BULOG dalam memperkuat ketahanan pangan di Pulau Madura resmi dimulai. Kedua pihak menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) terkait hibah tanah untuk pembangunan infrastruktur pasca panen di Pendopo Bupati Sampang.
Penandatanganan ini menjadi langkah krusial mengatasi kendala klasik petani Madura yang selama ini minim akses fasilitas pengeringan dan penggilingan hasil panen modern.
Direktur SDM dan Umum Perum BULOG, Sudarsono Hardjosoekarto, menyatakan bahwa pembangunan fasilitas ini merupakan implementasi arahan Presiden Republik Indonesia untuk memperkuat rantai pasok pangan nasional. Ia menjelaskan, BULOG berkomitmen membangun 100 titik infrastruktur pasca panen berupa unit pengeringan (dryer), penggilingan (RMU), serta gudang atau silo padi dan jagung di berbagai daerah.
Sudarsono Hardjosoekarto mengungkapkan, ketiadaan fasilitas modern di Madura selama ini memaksa petani membawa gabah ke luar pulau, bahkan hingga Jember atau Bojonegoro, hanya untuk proses pengeringan. Melalui hibah tanah seluas 6.300 meter persegi dari Pemkab Sampang, BULOG kini dapat membangun fasilitas lengkap di Madura sehingga petani tidak perlu lagi membawa hasil panen keluar pulau.
Lahan strategis di Desa Taman, Kecamatan Jrengik itu dipilih karena dinilai mampu menjangkau seluruh wilayah Madura. Di lokasi tersebut, BULOG akan membangun unit pengeringan, penggilingan, serta gudang atau silo modern yang dapat mengolah padi dan jagung secara cepat, efisien, dan memenuhi standar nasional.
Bupati Sampang, H. Slamet Junaidi, menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap langkah BULOG menghadirkan infrastruktur pangan strategis di Madura. Ia menegaskan kesiapan Pemerintah Daerah Sampang untuk menyediakan lahan dan mendukung pembangunan tersebut demi kepentingan seluruh masyarakat Madura.
Slamet Junaidi menambahkan bahwa kehadiran fasilitas dryer, RMU, dan silo modern sangat dibutuhkan, terutama pada periode panen raya saat volume gabah meningkat signifikan. Dengan lokasi Sampang yang berada di tengah Pulau Madura, keberadaan fasilitas ini diharapkan dapat menguntungkan semua kabupaten di Madura dan bahkan menjadi percontohan di luar Madura.
Pembangunan ini diharapkan menjadi solusi konkret bagi persoalan yang selama bertahun-tahun menghambat petani Madura. Minimnya fasilitas pengeringan dan penggilingan selama ini meningkatkan biaya logistik, berpotensi menurunkan kualitas hasil panen, dan membuat petani bergantung pada daerah lain.
Dengan hadirnya fasilitas modern di Sampang, proses pasca panen diharapkan menjadi lebih efisien, kualitas komoditas tetap terjaga, dan nilai ekonomi produk petani dapat meningkat.
BULOG menilai kolaborasi ini sebagai model sinergi ideal antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan BUMN pangan dalam mewujudkan kemandirian pangan nasional. Pembangunan titik infrastruktur pasca panen di Kabupaten Sampang sebagai lokasi strategis untuk Pulau Madura diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia dalam menjaga stabilitas pangan nasional.
Penandatanganan MoU ini sekaligus menegaskan komitmen bersama untuk mempercepat transformasi sektor pangan melalui pembangunan fasilitas pasca panen modern yang memberikan manfaat nyata bagi petani. Dengan dukungan hibah lahan dari Pemkab Sampang, BULOG bersiap menghadirkan pusat pengolahan pangan berbasis teknologi yang digadang-gadang menjadi tonggak baru kemajuan pertanian di Madura. (ris)


as a preferred source on Google




