Pidie Jaya (beritajatim.id) – Upaya pemulihan pascabencana di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, memasuki babak baru. PT Brantas Abipraya (Persero) menuntaskan pembangunan Hunian Sementara (Huntara) yang kini dinyatakan siap huni dan segera dimanfaatkan oleh warga terdampak.
Pembangunan Huntara ini menjadi bagian dari respons cepat pemerintah dan BUMN dalam menyediakan tempat tinggal sementara yang layak, aman, dan bermartabat. Total sebanyak 162 unit hunian disiapkan untuk mendukung kebutuhan dasar masyarakat selama masa transisi menuju hunian tetap.
Selain unit tempat tinggal, kawasan Huntara juga dirancang dengan pendekatan ramah keluarga. Tersedia taman bermain serta lapangan terbuka yang diperuntukkan bagi anak-anak dan warga sekitar. Fasilitas ini diharapkan dapat membantu memulihkan rasa aman, kenyamanan, dan aktivitas sosial masyarakat setelah bencana.
Manajemen Brantas Abipraya menegaskan bahwa pembangunan Huntara tidak sekadar berorientasi pada penyediaan bangunan fisik, tetapi juga pada kualitas lingkungan hunian. Konsep tersebut diterapkan agar warga memiliki ruang yang mendukung pemulihan psikologis dan sosial, sembari menata kembali kehidupan sehari-hari.
Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya menyambut positif rampungnya pembangunan Huntara ini. Kehadiran hunian sementara dinilai menjadi solusi penting sambil menunggu proses pembangunan hunian tetap yang membutuhkan waktu lebih panjang dan perencanaan lanjutan.
Pembangunan Huntara Pidie Jaya merupakan hasil kolaborasi lintas pihak, melibatkan Danantara Indonesia, BP BUMN, serta BUMN Karya. Sinergi ini memungkinkan proses pembangunan berjalan terukur, cepat, dan menyesuaikan dengan kebutuhan di lapangan.
Di tingkat nasional, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menekankan bahwa pemulihan pascabencana tidak hanya berfokus pada hunian, tetapi juga pada infrastruktur pendukung seperti jalan, jembatan, dan sumber daya air. Kompleksitas pekerjaan infrastruktur tersebut membuat proses pemulihan memerlukan tahapan yang berkelanjutan.
Kolaborasi serupa juga dilakukan di wilayah lain, termasuk Sumatera Barat, sebagai bagian dari strategi percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur terdampak bencana. Pemerintah menargetkan agar pemulihan infrastruktur daerah dapat mendorong kembali aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat secara berkelanjutan.
Ke depan, Brantas Abipraya menyatakan komitmennya untuk terus berperan aktif dalam pembangunan infrastruktur yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam penanganan darurat dan pemulihan pascabencana di berbagai daerah Indonesia. (ren)


as a preferred source on Google




