Surabaya (beritajatim.id) – Sebanyak 2.600 tenaga pendidik se-Jawa Timur mengikuti Sosialisasi Program Pengelolaan Talenta Digital Nasional, Selasa (20/1). Kegiatan hybrid ini menandai komitmen kuat Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk memposisikan daerahnya sebagai episentrum pembangunan sumber daya manusia digital nasional.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, dalam sambutannya menegaskan bahwa penguatan sektor pendidikan adalah fondasi utama untuk mewujudkan cita-cita tersebut. Dengan jumlah penduduk besar, keragaman satuan pendidikan, serta ekosistem industri yang berkembang, Jawa Timur dinilai memiliki modal strategis untuk berkontribusi signifikan dalam agenda nasional.
“Pengelolaan talenta harus dimulai sejak pendidikan, dilakukan secara terencana, berbasis data, serta terhubung dengan kebutuhan industri dan arah pembangunan nasional,” tegas Gubernur Khofifah.
Program yang disosialisasikan ini bukan sekadar pelatihan teknis, melainkan bagian dari arsitektur kebijakan jangka panjang untuk membangun ekosistem talenta digital yang berkelanjutan dan inklusif. Program ini diharapkan menjadi jawaban atas tantangan disrupsi teknologi, kecerdasan artifisial, serta ekonomi berbasis pengetahuan.
Khofifah menekankan, transformasi digital menuntut perubahan paradigma. Pendidikan harus beralih dari fokus hafalan dan capaian kognitif semata, menuju penguatan deep learning yang menumbuhkan kemampuan bernalar kritis, kreativitas, kolaborasi, dan literasi digital.
“Pendidikan tidak cukup hanya berjalan, tetapi harus berdampak. Dari pendidikan yang berdampak inilah kita menyiapkan talenta digital yang unggul, adaptif, dan siap berkontribusi,” ungkapnya.
Talenta digital yang dibangun, lanjutnya, tidak hanya harus unggul secara teknis, tetapi juga beretika dan berkarakter Pancasila. Sinergi lintas sektor antara pemerintah, dunia pendidikan, industri, dan ekosistem inovasi dinilai krusial untuk melahirkan kebijakan yang responsif terhadap kebutuhan lokal dan nasional.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menyatakan bahwa sosialisasi skala besar ini merupakan yang pertama dilaksanakan di Indonesia. Langkah ini diharapkan dapat menajamkan kemampuan dunia pendidikan, khususnya di Jawa Timur, dalam menyiapkan bakat digital yang selaras dengan kebutuhan pasar kerja.
“Dengan pengelolaan talenta yang terarah sejak pendidikan, peluang dan kesempatan kerja bagi peserta didik Jawa Timur akan semakin terbuka luas,” pungkas Aries.
Kegiatan sosialisasi ini diikuti oleh 190 peserta secara luring di Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Jatim dan 2.410 peserta lainnya secara daring, yang terdiri dari guru, kepala sekolah, dan tenaga kependidikan dari berbagai satuan pendidikan. (ian)


as a preferred source on Google




