Close Menu
beritajatim.idberitajatim.id
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Oil&Gas
  • Sport
  • Entertainment
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Ragam
    • Komunitas
  • Seni&Budaya
  • Network
  • Indeks
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
beritajatim.idberitajatim.id
Web Utama
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Oil&Gas
  • Sport
  • Entertainment
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Ragam
    • Komunitas
  • Seni&Budaya
  • Network
  • Indeks
beritajatim.idberitajatim.id
Home»Pendidikan»Kisah Guru Honorer Kupang Barat: 23 Tahun Mengabdi, Gaji Tinggal Rp223 Ribu per Bulan

Kisah Guru Honorer Kupang Barat: 23 Tahun Mengabdi, Gaji Tinggal Rp223 Ribu per Bulan

Agathon AgnarAgathon Agnar Pendidikan 23 Januari 2026
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Kisah Agustinus, guru honorer di salah satu sekolah di wilayah Kupang Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). (Instagram/watchdoc_insta)

Kupang (beritajatim.id) – Sebuah video yang beredar luas di media sosial belakangan ini menyita perhatian publik. Isinya menyoroti kisah Agustinus, guru honorer di salah satu sekolah di wilayah Kupang Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang telah mengabdi selama 23 tahun namun hingga kini masih hidup dalam kondisi yang jauh dari kata layak.

Dalam video tersebut, terlihat bagaimana Agustinus berjuang menahan emosi saat menceritakan kondisi penghasilannya yang semakin tertekan. Kebijakan efisiensi Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) berdampak langsung pada gaji yang ia terima. Jika sebelumnya penghasilan bulanannya berada di kisaran Rp600 ribu, kini jumlah tersebut menyusut drastis menjadi Rp223 ribu.

Gaji tersebut bersumber dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), yang pencairannya sendiri kerap tidak menentu. Kondisi ini membuat keseharian Agustinus semakin sulit, terlebih setelah puluhan tahun mendedikasikan hidupnya di dunia pendidikan tanpa kepastian status maupun jaminan kesejahteraan.

Meski demikian, Agustinus tetap memilih bertahan sebagai pendidik. Alasannya sederhana: kepuasan batin saat melihat murid-muridnya tumbuh menjadi pribadi yang baik dan mampu memperbaiki masa depan mereka. Ironisnya, di saat para murid melangkah maju, kehidupan sang guru justru terasa berjalan di tempat.

Kisah ini memantik empati luas dari masyarakat dan kembali membuka diskusi tentang nasib guru honorer di daerah, khususnya di wilayah Indonesia Timur. Banyak guru honorer menghadapi situasi serupa—masa pengabdian panjang, tetapi penghasilan rendah dan bergantung pada kebijakan anggaran yang sewaktu-waktu berubah.

Baca Juga:  Kemendikdasmen Terbitkan Aturan Pembelajaran Fleksibel bagi Sekolah Terdampak Bencana

Di sisi lain, pada periode waktu yang hampir bersamaan, pemerintah melalui Badan Gizi Nasional menyampaikan rencana pengangkatan sekitar 32.000 pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menjadi aparatur sipil negara dengan skema PPPK. Pengangkatan tersebut dijadwalkan mulai efektif pada 1 Februari 2026.

Kontras antara kisah guru honorer yang bertahan dengan penghasilan ratusan ribu rupiah dan rencana pengangkatan puluhan ribu aparatur baru tersebut memunculkan pertanyaan publik mengenai skala prioritas kebijakan. Isu kesejahteraan guru honorer kembali mengemuka sebagai persoalan struktural yang belum menemukan solusi menyeluruh.

Kisah Agustinus menjadi potret nyata tantangan dunia pendidikan di daerah. Bukan sekadar soal pengabdian, tetapi juga tentang keadilan dan keberpihakan terhadap mereka yang selama puluhan tahun menjaga denyut pendidikan di pelosok negeri. (aga)

Add beritajatim.id as a preferred source on Google+
Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Berita
gaji guru honorer Rp223 ribu guru honorer NTT kisah guru honorer
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Berita Lainnya

Universitas Paramadina,diskursus publik,pemeringkatan universitas,kebijakan publik

Universitas Paramadina Masuk Jajaran Kampus Paling Aktif dalam Diskursus Publik Berdasarkan Analisis AI

17 Juli 2026 Pendidikan

Setjen DPD RI Buka Program Magang Nasional 2026, Kuota 233 Orang dengan Uang Saku hingga Rp6 Juta

16 Juli 2026 Pendidikan
Dispendik Surabaya memastikan MPLS SD-SMP berlangsung ramah anak, bebas perpeloncoan, serta dipantau langsung melalui sistem Kementerian.

Dispendik Surabaya Pastikan MPLS SD-SMP Ramah Anak, Bebas Perpeloncoan dan Dipantau Sistem Kementerian

13 Juli 2026 Pendidikan
MPLS Surabaya 2026 dimulai 13 Juli dengan materi literasi digital, antinarkoba, pendidikan karakter, dan cek kesehatan gratis bagi siswa baru.

MPLS Surabaya 2026 Dimulai 13 Juli, Siswa Baru Dibekali Literasi Digital, Antinarkoba, dan Cek Kesehatan Gratis

11 Juli 2026 Pendidikan
Kemendikdasmen mengukuhkan 76 Duta Bintang Sobat SMP 2026 untuk memperkuat budaya sekolah aman, inklusif, dan ramah anak di seluruh Indonesia.

Kemendikdasmen Kukuhkan 76 Duta Bintang Sobat SMP 2026, Perkuat Budaya Sekolah Aman hingga Ruang Digital

11 Juli 2026 Pendidikan
Kemendikdasmen meluncurkan Pelatihan Mandiri PM-KKA di Ruang GTK Rumah Pendidikan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam pembelajaran, koding, dan AI.

Kemendikdasmen Luncurkan Pelatihan Mandiri PM-KKA, Guru Kini Bisa Belajar Koding dan AI dari Mana Saja

10 Juli 2026 Pendidikan
Leave A Reply Cancel Reply

Universitas Paramadina,diskursus publik,pemeringkatan universitas,kebijakan publik

Universitas Paramadina Masuk Jajaran Kampus Paling Aktif dalam Diskursus Publik Berdasarkan Analisis AI

17 Juli 2026
Berita Terbaru
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko

Polri Gandeng UPH dan Komdigi Edukasi Mahasiswa Cegah Judi Online Lewat Program Polri Goes to Campus

16 Juli 2026
Polres Mojokerto Kota memperkuat sinergi dengan masyarakat melalui Silaturahmi Kamtibmas, mendorong keamanan, pelayanan publik, dan keselamatan berlalu lintas.

Polres Mojokerto Kota Perkuat Sinergi dengan Warga Lewat Silaturahmi Kamtibmas dan Ajak Jaga Keamanan Bersama

16 Juli 2026

7 Makanan yang Bisa Membantu Meningkatkan Kualitas Sperma, Penting untuk Program Hami

16 Juli 2026

Setjen DPD RI Buka Program Magang Nasional 2026, Kuota 233 Orang dengan Uang Saku hingga Rp6 Juta

16 Juli 2026
Lionel Messi

Messi Antar Argentina Singkirkan Inggris dan Melaju ke Final Piala Dunia, Siap Tantang Spanyol

16 Juli 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
  • Tentang
  • Network
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© 2026 beritajatim.ID | portal berita jawa timur

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.