Surabaya (beritajatim.id) – Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kota Surabaya menegaskan bahwa kegiatan latihan bersama (latber) bertema stop balap liar tidak boleh berubah menjadi ajang kompetisi terselubung. Seluruh aktivitas harus murni berorientasi pembinaan, keselamatan, dan penyaluran hobi balap secara legal dan terarah.
Ketua IMI Kota Surabaya, Samsurin, menegaskan latber stop balap liar hanya diperbolehkan sebagai sarana latihan, bukan perlombaan. Penegasan ini disampaikan usai rapat koordinasi dengan pihak penyelenggara terkait rencana kegiatan drag setting di kawasan Kenjeran, Kamis (29/1/2025) malam.
Rapat yang berlangsung di Sekretariat IMI Kota Surabaya, Jalan Panglima Sudirman 55, dihadiri Muhammad Alim, Supervisor Tim Produksi, yang mewakili Presiden Herex, Boy Nugroho, berdasarkan surat mandat resmi panitia Herex Indonesia. Koordinasi dilakukan menjelang rencana pelaksanaan kegiatan di Kenjeran Park pada 31 Januari 2026.
“Latihan bersama dengan tema stop balap liar ini sejalan dengan visi Pemerintah Kota Surabaya dan membantu tugas kepolisian dalam menertibkan penggunaan jalan raya,” ujar Samsurin.
Namun, ia menegaskan IMI Surabaya tidak mengizinkan unsur kompetisi dalam bentuk apa pun. Mulai dari pembagian kelas motor, klasifikasi kapasitas mesin (CC), penggunaan bendera start, hingga penentuan pemenang.
“Latber itu sifatnya bebas. Semua kendaraan boleh ikut latihan. Tidak ada start, tidak ada bendera, tidak ada juara, dan tidak ada podium,” tegasnya.
IMI Surabaya juga mengingatkan bahwa penarikan tiket masuk hanya diperbolehkan sebatas kebutuhan operasional dan tidak boleh bersifat komersial berlebihan.
Selain itu, pelibatan pelajar secara tegas dilarang. Samsurin menilai keterlibatan pelajar dalam kegiatan otomotif harus melalui mekanisme ketat, termasuk izin orang tua, sekolah, serta koordinasi dengan Dinas Pendidikan.
Menanggapi arahan tersebut, Muhammad Alim menyampaikan permohonan maaf atas kesalahan pihak event organizer yang sebelumnya mencantumkan kelas pelajar dalam materi publikasi.
“Kami mewakili Presiden Herex, Bapak Boy Nugroho, menyampaikan permohonan maaf kepada IMI Kota Surabaya. Kami siap mengikuti seluruh aturan dan arahan yang diberikan,” kata Alim.
Ia memastikan panitia akan menghapus seluruh pembagian kelas, tidak melibatkan pelajar, serta menjadikan kegiatan murni sebagai latihan bersama.
“Kegiatan ini ke depan tanpa kelas, tanpa pelajar, dan tanpa kompetisi. Kami siap terus berkoordinasi dengan IMI Surabaya,” ujarnya.
Bahkan, Alim menegaskan kesiapan panitia menerima sanksi tegas jika terjadi pelanggaran saat pelaksanaan.
“Kami siap dibubarkan apabila dalam pelaksanaan nanti tidak sesuai dengan ketentuan IMI Kota Surabaya,” tegasnya.
Dari sisi keselamatan, IMI Surabaya mewajibkan standar keamanan ketat, termasuk pelaksanaan technical meeting serta perlindungan asuransi bagi peserta, baik melalui BPJS maupun asuransi sejenis.
Samsurin menekankan bahwa kampanye stop balap liar tidak cukup hanya dengan larangan, tetapi harus disertai solusi nyata bagi anak muda.
“Stop balap liar harus ada solusinya. Solusinya adalah pembinaan yang legal, aman, dan terarah melalui latihan bersama,” jelasnya.
IMI Surabaya juga membuka peluang pembinaan lanjutan bagi peserta berbakat melalui proses seleksi dan pendampingan pelatih, agar dapat berkembang menjadi atlet otomotif berprestasi.
“IMI Surabaya tegas dalam aturan, tapi kami juga membuka ruang kolaborasi. Prinsipnya keselamatan, kesejahteraan, dan penegakan aturan olahraga otomotif nasional,” pungkas Samsurin.


as a preferred source on Google




