Surabaya (beritajatim.id) – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya resmi menetapkan 14 ruang publik sebagai lokasi pertunjukan seni, melalui Surat Keputusan Wali Kota Nomor 100.3.3.3/185/436.1.2/2025. Kebijakan ini bertujuan menghadirkan ruang ekspresi bagi seniman sekaligus menggerakkan ekonomi kreatif di tengah masyarakat.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Surabaya, Heri Purwadi, menekankan bahwa ruang publik kini tidak hanya difungsikan sebagai tempat rekreasi, tetapi juga panggung bagi seniman untuk berinteraksi dengan masyarakat dan pariwisata kota.
“Ruang publik kita jadikan sebagai wadah interaksi antara seni, masyarakat, dan pariwisata kota,” kata Heri.
14 Lokasi Pertunjukan Seni di Surabaya
Lokasi yang ditetapkan antara lain:
- Taman Surya Balai Kota
- Taman Sejarah
- Komplek Balai Pemuda
- Taman Bungkul
- Taman Suroboyo
- Kawasan Tunjungan
- Tugu Pahlawan
- Adventure Land Romokalisari
- Kebun Raya Mangrove
- Taman Hiburan Pantai Kenjeran (THP Kenjeran)
- Eks Hi-Tech Mall
- Taman Harmoni
- Taman Cahaya
- Kya-Kya Kembang Jepun
Di lokasi-lokasi tersebut, beragam pertunjukan seni rutin digelar, mulai dari musik akustik, reog, jaranan, angklung, hingga elektone. Beberapa titik, seperti Balai Kota, Jalan Tunjungan, dan Balai Pemuda, menjadi favorit karena berada di pusat kota dan relatif aman dari cuaca, sehingga pendapatan seniman dari aktivitas tampil semakin meningkat.
Dampak Ekonomi dari Aktivasi Seni
Heri menambahkan, lokasi-lokasi seperti Taman Bungkul, Taman Suroboyo, Tugu Pahlawan, dan THP Kenjeran menjadi magnet bagi pertunjukan tradisional seperti reog dan jaranan. Aktivitas ini tidak hanya menyedot penonton, tetapi juga berdampak pada Pendapatan Asli Daerah (PAD), melalui sektor parkir maupun tiket masuk kawasan wisata.
“Di Taman Bungkul dan Tugu Pahlawan, penonton selalu ramai dan itu berdampak langsung pada sektor parkir dan kunjungan wisata,” ujar Heri.
Meski begitu, beberapa ruang publik masih memerlukan pengembangan lebih lanjut. Taman Sejarah baru aktif pada momentum Hari Pahlawan 2025, sementara eks Hi-Tech Mall dan Kebun Raya Mangrove Gununganyar membutuhkan konsep penguatan dan koordinasi lanjutan.
Langkah ke Depan
Pemkot Surabaya berencana melakukan evaluasi dan penguatan konsep agar seluruh ruang publik dapat dihidupkan secara merata. Tujuannya, memberi lebih banyak pilihan bagi seniman tampil dan meningkatkan akses masyarakat menikmati seni di ruang terbuka.
“Ke depan, semua ruang publik bisa dihidupkan secara merata sehingga seniman memiliki lebih banyak tempat tampil dan masyarakat semakin menikmati seni di ruang terbuka,” pungkas Heri. (rio)


as a preferred source on Google




